Deputi BPJPH Dorong Lulusan Siap Menembus Panggung Global
- 31 Mei 2026 09:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kelulusan di perguruan tinggi sering kali dipandang sebagai akhir dari sebuah perjalanan akademik. Namun bagi Dr. H. Abd. Syakur, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), capaian tersebut justru menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh.
Pandangan itu ia sampaikan saat berbagi cerita tentang putranya, Muhammad Miqdad Al Ghifari Syatta, yang baru saja menuntaskan studi magister Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menurutnya, gelar akademik bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk mengambil peran yang lebih besar di tengah masyarakat.
Miqdad sebelumnya menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Al-Azhar, Mesir. Pilihan melanjutkan studi di UIN Sunan Kalijaga, kata Syakur, didasarkan pada reputasi kampus yang dinilai memiliki kualitas akademik kuat dan daya saing di tingkat internasional.
“Ini bukan akhir perjalanan. Justru setelah lulus, tantangannya semakin besar karena ilmu yang dimiliki harus bisa memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Saat ini, Miqdad telah aktif di berbagai bidang. Selain terlibat dalam dunia pendidikan tinggi, ia juga mengemban tugas manajerial di Universitas Islam Cordoba serta berkiprah sebagai asesor syariah dalam proses penilaian halal, termasuk pada lingkup internasional. Beragam peran tersebut menunjukkan bahwa kompetensi akademik dapat membuka peluang karier yang luas dan lintas sektor.
Bagi Syakur, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter. Nilai kedisiplinan yang ditanamkan sejak dini, terutama melalui pembiasaan ibadah dan pengalaman belajar di lingkungan pondok pesantren, menjadi fondasi penting dalam perjalanan putranya.
"Kedisiplinan adalah modal utama. Dari sana lahir tanggung jawab, konsistensi, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan," katanya.

Ke depan, keluarga mendorong Miqdad untuk melanjutkan pendidikan doktoral di luar negeri. Eropa menjadi salah satu destinasi yang dipertimbangkan guna memperluas wawasan keilmuan sekaligus memperkuat kapasitas akademik di tingkat global.
Dalam kesempatan tersebut, Syakur juga menyoroti tantangan pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, proses pembelajaran perlu lebih banyak menghubungkan teori dengan praktik agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang.
Ia menilai program magang dan pengalaman lapangan menjadi sarana penting untuk membangun kompetensi sekaligus karakter mahasiswa. Dengan demikian, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak membatasi pilihan karier pada satu profesi tertentu. Peluang pengabdian dan pengembangan diri, menurutnya, terbuka di berbagai bidang selama seseorang memiliki kemampuan, kemauan belajar, dan mental yang kuat.
Sebagai bekal memasuki dunia profesional, Syakur menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, perluasan jejaring, serta sikap proaktif dalam mencari peluang setelah menyelesaikan studi.
"Jangan berhenti bergerak setelah lulus. Terus belajar, bangun relasi, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada," ucapnya.
Bagi Syakur, harapan terbesar dari setiap proses pendidikan adalah lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bersaing di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....