Dina Istiqomah Ungkap Rahasia Lulus Magister 1,5 Tahun dengan IPK Sempurna

  • 31 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Prestasi akademik tidak diraih secara instan. Bagi Dina Istiqomah, lulusan Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, keberhasilan menyelesaikan studi dalam waktu 1 tahun 5 bulan 13 hari dengan IPK 4,00 merupakan hasil dari konsistensi, kedisiplinan, dan pemanfaatan lingkungan akademik secara optimal.

Sejak awal menempuh pendidikan magister, Dina telah menetapkan target untuk menyelesaikan studi tepat waktu dengan capaian terbaik. Komitmen tersebut mendorongnya untuk membangun kebiasaan belajar yang terukur dan berkelanjutan.

Salah satu prinsip yang selalu ia pegang adalah mempelajari setidaknya satu hal baru setiap hari. Kebiasaan tersebut diperkuat dengan penyusunan target harian, pencatatan progres melalui jurnal pembelajaran, serta evaluasi rutin terhadap capaian yang telah diraih.

Menurut Dina, budaya akademik yang sehat juga berperan besar dalam mendukung keberhasilannya. Pengalaman mengikuti berbagai forum ilmiah nasional menjadi titik penting yang memperluas wawasan sekaligus membangun kepercayaan dirinya dalam dunia akademik. Salah satunya saat makalah yang ditulisnya terpilih sebagai bagian dari 25 karya terbaik pada Multaqa Ulama Nusantara di Yogyakarta.

"Pengalaman mengikuti forum akademik membuat saya semakin memahami pentingnya budaya diskusi, keterbukaan berpikir, dan pengembangan keilmuan secara berkelanjutan," ujarnya.

Dina menilai lingkungan akademik di UIN Sunan Kalijaga memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk berkembang. Interaksi yang terbuka dengan dosen, budaya diskusi yang kuat, serta kesempatan terlibat dalam penelitian dan berbagai kegiatan akademik menjadi faktor penting yang mendukung proses belajarnya.

"Mahasiswa didorong untuk aktif berpikir kritis dan mengembangkan gagasan. Itu yang saya rasakan selama belajar di sini," katanya.

Selain fokus pada perkuliahan, Dina juga aktif membangun jejaring akademik dan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Ia terlibat dalam organisasi kemahasiswaan, komunitas literasi, kegiatan kerelawanan, hingga berbagai aktivitas penelitian.

Produktivitas akademiknya pun tercermin dari sejumlah karya ilmiah yang berhasil diterbitkan, mulai dari artikel pada jurnal terindeks Sinta hingga buku antologi. Tema yang diangkat banyak berkaitan dengan isu-isu kontemporer, seperti tafsir digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam studi Al-Qur’an.

Meski mencatat berbagai prestasi, perjalanan yang ditempuh Dina tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengalami penolakan saat mengajukan makalah ke forum ilmiah. Namun pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk terus memperbaiki kualitas karya dan meningkatkan kapasitas diri.

"Penolakan bukan alasan untuk berhenti. Dari situ saya belajar memperbaiki kekurangan dan mencoba lagi dengan persiapan yang lebih baik," ujarnya.

Aktivitas Dina juga tidak terbatas pada dunia akademik. Ia aktif dalam bidang pendidikan melalui berbagai kegiatan pengajaran, termasuk mendirikan program pembelajaran Al-Qur’an daring "Ummi Mengajar Online" yang telah menjangkau peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri.

Ke depan, Dina bercita-cita mengembangkan karier sebagai akademisi dan dosen. Di saat yang sama, ia tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS serta membuka peluang untuk berkiprah di bidang kewirausahaan.

Bagi Dina, kampus telah menyediakan banyak kesempatan untuk berkembang. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk berani memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.

"Jangan takut mencoba hal baru. Aktiflah berdiskusi, bangun relasi, dan manfaatkan semua kesempatan yang ada untuk mengembangkan diri," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....