July Transformation Series 2026 Bahas Pendidikan Neurosains

  • 26 Mei 2026 22:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Yayasan Rewiring Hope Indonesia bersama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta akan menyelenggarakan July Transformation Series 2026 pada 3–4 Juli 2026 di Taman Budaya Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum edukatif dan ilmiah yang mendorong transformasi pendidikan berbasis neurosains di Indonesia.

Program tersebut dirancang untuk membangun pendekatan pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik. Pendekatan human-centered learning menjadi salah satu fokus utama melalui pemanfaatan ilmu neurosains dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Penyelenggaraan July Transformation Series 2026 juga mendapat dukungan internasional melalui hibah yang diterima The Excellent Study sebagai awardee dari IBRO – Brain Awareness Week 2026, Dana Foundation, serta IBRO Speaker Support Grant 2026. Dukungan tersebut dinilai memperkuat kolaborasi komunitas lokal dengan jejaring ilmiah global dalam pengembangan pendidikan berbasis neurosains di Indonesia.

Anastasia Ajeng Wulan Tantri, M.Ed., ketua panitia July Transformation Series 2026 menyampaikan kegiatan ini tidak hanya membahas metode belajar, tetapi juga menghadirkan pendidikan sebagai ruang pemulihan dan penguatan manusia secara utuh.

“Ketika otak dipahami, hati dihormati, dan relasi dipulihkan, belajar tidak lagi melukai. Belajar menjadi proses penyembuhan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali Brain Awareness Week 2026 bertajuk “Kisah Otak yang Tangguh” pada 3 Juli 2026 dengan peserta usia 10–18 tahun. Program ini bertujuan meningkatkan literasi neurosains, kesehatan mental, kemampuan refleksi diri, serta membangun karakter pembelajar yang adaptif dan resilien melalui pendekatan kreatif dan partisipatif.

Pada hari berikutnya, forum ilmiah “Teaching the Healing Brain” akan menghadirkan ruang dialog lintas disiplin bagi pendidik, akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan. Pembahasan meliputi neuroplastisitas dalam proses belajar, regulasi emosi dalam pendidikan, hingga penguatan resiliensi kognitif peserta didik.

Kolaborasi antara Rewiring Hope Indonesia dan Pemda DIY diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang menempatkan manusia sebagai pusat proses belajar. Pendekatan neurosains dinilai semakin relevan untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini, terutama terkait kesehatan mental, motivasi belajar, dan ketahanan kognitif generasi muda.

Pendaftaran seluruh rangkaian kegiatan dibuka hingga 31 Mei 2026 dengan kuota peserta terbatas. Informasi lengkap dapat diakses melalui www.rewiringhope.or.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....