Universitas Jangan Terjebak Capaian Akademis
- 21 Mei 2026 11:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perguruan tinggi masih menghadapi tantangan, untuk merubah hasil riset menjadi produk yang dimanfaatkan masyarakat. Sebab selama ini, banyak inovasi di kampus berhenti di tahap prototype dan publikasi akademik.
Sehingga, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Hilirisasi UMY, Dr. Supriyatiningsih mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, investor dan pelaku usaha. Agar hasil riset tidak sekedar menjadi temuan ilmiah semata, namun juga bisa menciptakan dampak nyata di masyarakat.
”Perguruan tinggi masih cenderung menempatkan riset sebatas capaian akademik,” ucapnya, Kamis, 21 Mei 2026. ”Pola pikir tersebut perlu mulai diubah, di tengah tuntutan agar pendidikan tinggi mampu berkontribusi bagi kehidupan nyata.”
Sebagian besar hasil penelitian di perguruan tinggi, umumnya baru mencapai tahap pembuktian awal. Padahal, untuk dapat berkembang menjadi produk yang bisa digunakan masyarakat, butuh inkubasi bisnis, penguatan jejaring, hingga dukungan investasi.
”Untuk itu dibutuhkan semacam spin-off atau rintisan bisnis menuju ke hilirisasi produk,” katanya. Dari situlah nantinya produk yang dihasilkan, bisa berkembang menjadi sesuatu yang affordable bagi kehidupan masyarakat.”
Disamping itu, dunia usaha juga memiliki cara pandang berbeda, karena biasa bergerak cepat membaca peluang dan bertahan di tengah perubahan. Perspektif tersebut menjadi hal penting yang perlu dipelajari perguruan tinggi.
”Agar ke depan, pengembangan inovasi lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar,” katanya. ”Masukan dari pelaku usaha sangat penting agar pengembangan inovasi kampus tidak berhenti sebagai gagasan ideal.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....