Angkatan Satu Abad, 268 Kader Mu’allimin Muhammadiyah Resmi Dilepas

  • 11 Mei 2026 19:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sebanyak 268 kader tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta resmi dilepas dalam acara Haflah Takharruj Angkatan 100 yang digelar di Walidah Dahlan Convention Hall UNISA Yogyakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Momentum pelepasan angkatan satu abad ini menjadi penanda penting perjalanan kaderisasi Mu’allimin sebagai sekolah kader persyarikatan yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan umat.

Dalam prosesi penuh khidmat, para kader yang dikenal sebagai 'anak panah Muhammadiyah' itu secara simbolis dilesatkan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelepasan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan peneguhan amanah kader untuk terjun ke tengah masyarakat, melanjutkan dakwah, keilmuan, dan pengabdian di berbagai bidang kehidupan.

Acara bertajuk 'Angkatan Satu Abad Resmi Melesat' tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, jajaran Ketua PP Muhammadiyah yakni Prof. Irwan Akib dan dr. Agus Taufiqurrahman, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Fajar Riza Ul Haq.

Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Mhd. Lailan Arqam dalam laporannya menyampaikan rasa bangga atas capaian Angkatan 100 yang dinilai menjadi salah satu generasi terbaik Mu’allimin dalam berbagai bidang akademik, kaderisasi, hingga prestasi global.

“Angkatan satu abad ini menunjukkan kualitas kader Mu’allimin yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional, tanpa meninggalkan karakter keislaman dan kepemimpinan,” ujarnya.

Lailan Arqam menyampaikan, sejumlah capaian strategis Angkatan 100, di antaranya keberhasilan 44 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), setara dengan 41 persen siswa eligible. Selain itu, enam alumni berhasil diterima di universitas luar negeri yang masuk jajaran 50 terbaik dunia di negara Australia, Kanada, Singapura, dan Malaysia.

Prestasi akademik internasional juga ditunjukkan melalui capaian nilai Cambridge IGCSE Exam dengan predikat A* (A Star) serta raihan skor IELTS hingga 7,5. Tidak hanya itu, siswa Angkatan 100 juga mencatatkan total 369 kejuaraan mulai tingkat kabupaten hingga internasional, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Mu’allimin juga mencatat jumlah kelulusan terbanyak dengan total 268 siswa. Sementara itu, sebanyak 17 alumni lainnya tengah dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir menegaskan, Mu’allimin memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi penerus umat dan bangsa yang berkarakter, berilmu, serta memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan yang kuat. Menurutnya, angkatan satu abad ini membawa tanggung jawab sejarah untuk terus menjaga marwah kader Muhammadiyah di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Sementara itu, dalam Pidato Kebangsaannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., mengingatkan seluruh alumni Angkatan 100 Mu’allimin Muhammadiyah untuk selalu siap belajar hal-hal baru dan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Era saat ini menuntut setiap orang untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Kader Mu’allimin harus menjadi generasi pembelajar yang tangguh,” katanya.

Fajar juga mengajak seluruh alumni, untuk menjadikan enam pesan Ahmad Syafii Maarif sebagai bekal moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Enam pesan tersebut pernah disampaikan Buya Syafii dalam Darul Arqam Purna Mu’allimin tahun 2021, yakni: siapkan dirimu, lapangkan dadamu, jangan mudah marah, jangan mudah putus asa, hadapi masyarakat dengan kepala tegak, dan sampaikan pesan Islam dengan bahasa hati.

Menurut Fajar, keenam pesan itu tetap relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang begitu dinamis.

“Pesan Buya Syafii bukan hanya nasihat personal, tetapi pedoman moral bagi kader Muhammadiyah agar tetap teduh, berintegritas, dan mampu menghadirkan Islam yang mencerahkan,” ucapnya.

Haflah Takharruj Angkatan 100 ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dalam menyiapkan kader umat dan bangsa selama satu abad terakhir. Dari lembaga ini lahir banyak tokoh nasional, ulama, akademisi, hingga pemimpin persyarikatan yang berkiprah di berbagai bidang.

Dengan pelepasan Angkatan 100, Mu’allimin Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi kader yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, serta siap menjawab tantangan global dengan semangat Islam berkemajuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....