UMY Luncurkan SIAP BERKAH untuk Kelola Sampah Digital
- 11 Mei 2026 14:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis digital terus dilakukan di Kota Yogyakarta. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta meluncurkan aplikasi SIAP BERKAH (Sistem Akuntansi Informasi Persampahan Berbasis Android) bagi pengelola bank sampah dan Pengelola Sampah Daur Ulang Terpadu (PDU) Mandiri di Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas administrasi dan transparansi pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Mei 2026 tersebut diikuti para pengelola bank sampah, nasabah, hingga pelaku pengolahan sampah daur ulang yang sehari-hari aktif dalam pengelolaan sampah lingkungan. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan sosialisasi sekaligus pelatihan praktik penggunaan aplikasi SIAP BERKAH secara langsung melalui telepon pintar masing-masing.
Ketua tim pengabdian Desi Susilawati, SE., MSc., CTA., CRP., menjelaskan bahwa aplikasi SIAP BERKAH dirancang untuk menjawab persoalan klasik dalam pengelolaan sampah, khususnya terkait pencatatan akuntansi dan sistem pelaporan yang masih dilakukan secara manual. “Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan mutu pelayanan melalui sistem informasi akuntansi yang terintegrasi agar laporan keuangan menjadi lebih akurat dan tepat waktu,” ujarnya.
Menurut Desi, selama ini aktivitas pengelolaan tabungan sampah, penjualan sampah anorganik, hasil kreasi, hingga pengolahan sampah organik masih dilakukan menggunakan pencatatan sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan proses pelaporan membutuhkan waktu lama dan informasi antar divisi belum terintegrasi dengan baik. Kehadiran aplikasi SIAP BERKAH diharapkan mampu mempercepat proses administrasi sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Dr. Andreani Hanjani, menjelaskan bahwa nama BERKAH merupakan akronim dari Bersih, Ekonomi, Rapi, Kompetitif, Akuntabel, dan Hijau. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur seperti pencatatan transaksi jual beli sampah, pemantauan harga sampah terkini, hingga laporan keuangan otomatis yang terhubung dengan Microsoft Excel. “Nasabah juga dimudahkan untuk mengetahui saldo tabungan cukup melalui fitur saldo di telepon genggam,” ucapnya.
Manajer Operasional PDU Mandiri Bumijo, Tri Wijayanti, Amd., mengaku sangat terbantu dengan penggunaan aplikasi tersebut. Sebelumnya, pencatatan transaksi dilakukan menggunakan buku tulis dan kalkulator sehingga rawan terjadi kesalahan perhitungan. “Dengan aplikasi ini, hitungan menjadi otomatis, laporan langsung terintegrasi antar divisi dan dapat dicetak melalui Microsoft Excel. Insyaallah pengelolaan jadi lebih berkah,” katanya.
Selain pelatihan aplikasi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan langsung mulai dari instalasi aplikasi, pendataan ulang nasabah, input setoran sampah, hingga simulasi pembukuan penjualan sampah anorganik. Tim pengabdian berharap SIAP BERKAH dapat diterapkan di wilayah lain di Kemantren Jetis dengan Bumijo sebagai proyek percontohan. Melalui digitalisasi ini, pengelolaan bank sampah diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....