Mahasiswa PLK UNY Ubah Limbah Kulit Bawang Jadi Pupuk Organik Cair

  • 04 Mei 2026 15:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kreativitas mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali ditunjukkan melalui program Pembelajaran Luar Kampus (PLK). Kali ini, tim PLK di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah kulit bawang merah menjadi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Inovasi ini berangkat dari banyaknya limbah dapur berupa kulit bawang merah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan ilmiah yang sederhana dan aplikatif, mahasiswa mengolah limbah tersebut menjadi produk yang dapat digunakan untuk mendukung pertanian rumah tangga.

Mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UNY, Adita Ananta Putri, menjelaskan bahwa kulit bawang merah mengandung senyawa yang mampu menunjang pertumbuhan tanaman. “Kandungan dalam kulit bawang merah dapat merangsang pertumbuhan akar, menyuburkan tanaman, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ujarnya.

Proses pembuatan pupuk organik cair ini relatif mudah dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Bahan yang digunakan meliputi kulit bawang merah, air cucian beras pertama, serta gula jawa. Seluruh bahan kemudian difermentasi dalam wadah tertutup selama sekitar tujuh hari hingga menghasilkan larutan dengan aroma khas fermentasi.

Ketua PLK Desa Menden, Fauzan Nurul Huda, mengatakan bahwa program ini tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan limbah rumah tangga. “Kami ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap limbah. Dengan cara sederhana, limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan membantu menghemat biaya pertanian,” ucapnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka terlihat antusias mengikuti sosialisasi sekaligus praktik pembuatan pupuk organik cair. Selain mudah diterapkan, hasilnya juga dinilai mampu membantu menyuburkan berbagai jenis tanaman, baik sayuran maupun tanaman hias.

Sosialisasi pembuatan pupuk organik cair ini digelar di Balai Desa Menden, Minggu, 3 Mei 2026, dan diikuti lebih dari 50 warga. Salah satu warga, Sri Yuliani, mengaku senang karena memperoleh pengetahuan baru terkait pemanfaatan limbah dapur.

“Selama ini kulit bawang hanya dibuang, ternyata bisa dimanfaatkan. Saya ingin mencoba di rumah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PLK UNY tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain sebagai upaya mendorong pengelolaan limbah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....