Inisiatif Neuroeducation Perkuat Budaya Belajar dan Manusia
- 04 Mei 2026 11:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Inisiatif pendidikan Rewiring Hope menyuarakan pentingnya pendekatan neuroeducation untuk memperkuat kualitas manusia dan budaya belajar di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons preventif terhadap meningkatnya fenomena kelelahan belajar serta kecemasan akademik yang dialami anak dan remaja saat ini. Neuroeducation merupakan bidang yang mempelajari keterkaitan antara fungsi otak, emosi, motivasi, dengan proses pembelajaran manusia.
Pendekatan tersebut dinilai perlu agar sistem pendidikan tidak hanya mengejar capaian akademik semata, namun juga mengutamakan kesejahteraan mental penggunanya. Penggagas Rewiring Hope, Anastasia Tantri, menyampaikan bahwa berbagai tekanan hidup mulai dari tuntutan akademik hingga perubahan sosial yang cepat sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dan memulihkan diri secara emosional.
“Neuroeducation bukan pendekatan klinis dan bukan jargon ilmiah. Ini adalah bahasa sederhana untuk membantu guru, orang tua, dan sekolah memahami bahwa kelelahan belajar adalah sinyal manusiawi, bukan kegagalan anak,” kata Anastasia Tantri.
Rewiring Hope memandang pendidikan sebagai ruang preventif, tempat anak dapat mengenali emosi, membangun makna belajar, dan menumbuhkan daya pulih sejak dini. Pendekatan neuroeducation yang ditawarkan bersifat membumi, kontekstual, dan selaras dengan nilai budaya Indonesia, serta tidak dimaksudkan sebagai solusi instan atau program tunggal.
Melalui momentum refleksi pendidikan nasional, publik diajak untuk mengevaluasi kembali tujuan dasar dari proses pendidikan yang dijalankan. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses belajar benar-benar memperkuat kapasitas manusia daripada menambah beban kelelahan.
Inisiatif ini berkomitmen memberikan kontribusi pada pendidikan Indonesia yang lebih peka dan berkelanjutan melalui dialog publik serta literasi neuroedukasi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih memanusiakan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....