UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK dengan Layanan Inklusif
- 29 Apr 2026 16:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memastikan setiap peserta dapat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) secara setara dan optimal, khususnya bagi peserta tunanetra. Dengan dukungan pendamping khusus, perangkat lunak ramah disabilitas, serta ruang ujian yang disesuaikan, para peserta tunanetra dapat mengikuti seleksi dengan optimal.
Kepala Unit Admisi UNY Dr. Bambang Saptono mengatakan, UNY melayani peserta UTBK berkebutuhan khusus. "Tahun ini ada 6 peserta tunanetra, 3 orang peserta tunadaksa dan 8 orang peserta tunarungu," ujarnya.
Layanan yang diberikan UNY adalah penempatan peserta tunadaksa di tempat strategis yang mudah diakses, penyediaan kursi roda dan pendamping khusus. Sedangkan bagi tunanetra mengikuti tes pada Kamis, 23 April 2026 berada di ruang tersendiri dengan pendamping dari dosen prodi Pendidikan Luar Biasa yang berpengalaman.
Sementara itu, Kepala Pusat TIK UNY Dr. Restu Widiatmono mengatakan bahwa komputer yang digunakan mengerjakan soal UTBK calon mahasiswa berkebutuhan khusus ini mempunyai spesifikasi tersendiri termasuk adanya fasilitas software khusus dan audio yang mendukung. Fasilitas ini merupakan satu-satunya yang ada di Provinsi DIY untuk peserta tes UTBK-SNBT tunanetra.
"Bagi para tunanetra yang melakukan tes di UNY kami sediakan pendamping masing-masing satu orang per calon mahasiswa yang diambil dari prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan UNY," katanya.
Karena dosen dari prodi ini telah berpengalaman dalam melayani dan berkomunikasi dengan siswa berkebutuhan khusus. Harapannya dapat meminimalisasi kendala yang terjadi agar bisa mendapatkan hasil tes yang terbaik karena ini merupakan sinergi yang dikehendaki.
Salah satu peserta disabilitas yakni Aditya Wahyu Pratama. Alumni MAN 2 Sleman itu memilih program studi S1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan sebagai tujuan kuliahnya.
Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan namun Aditya tidak patah semangat menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia juga menempuh berbagai usaha untuk dapat lolos SNBT di antaranya dengan mengikuti bimbingan belajar online.
Semangat serupa juga ditunjukkan Putri Kinasih. Ia mempersiapkan diri secara serius melalui belajar mandiri, mengikuti try out, hingga memanfaatkan fasilitas sekolah inklusif yang mendukung proses belajarnya. Putri menargetkan Program Studi Manajemen Pendidikan UNY sebagai pilihan studinya.
Komitmen UNY untuk menerima mahasiswa disabilitas adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Formal, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi yang merupakan jaminan bagi penderita disabilitas untuk dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Proses yang dilakukan menyediakan fasilitas yang diperlukan mahasiswa tersebut, bahkan pada saat masih menjadi calon mahasiswa, misalnya dengan menyediakan pendamping pada saat ujian masuk PTN lewat jalur SNBT atau Seleksi Mandiri, penyediaan sarana belajar bagi siswa disabilitas seperti pengadaan buku pelajaran Braille, kemudahan akses ke perpustakaan dan juga fasilitas yang memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas diantaranya kemudahan berpindah dari gedung bertingkat dengan mengunakan lift atau akses masuk gedung kuliah dengan jalur khusus untuk kursi roda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....