Cara Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah

  • 30 Apr 2026 16:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Minyak goreng bekas atau jelantah dari industri pangan dan rumah tangga cukup banyak tersedia di Indonesia. Minyak jelantah ini tidak baik jika digunakan kembali untuk memasak karena banyak mengandung asam lemak bebas dan radikal yang dapat membahayakan kesehatan.

Berdasar penelitian, minyak jelantah atau minyak goreng bekas bisa diproses menjadi biodiesel. Menurut guru besar FMIPA UGM Prof Karna Wijaya, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Proses penyulingan dapat dilakukan secara mandiri dengan memisahkan kandungan sisa alkohol melalui penguapan.

Hanya dalam waktu kurang lebih dua jam, minyak jelantah yang semula berpotensi karsinogenik jika dikonsumsi berulang kali, dapat berubah menjadi bahan bakar mesin diesel yang siap pakai.

Karna menambahkan proses pembuatan biodiesel ini termasuk kategori low technology sehingga sangat mungkin diterapkan oleh masyarakat awam. Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai teknis pemrosesan, ia menyatakan siap memberikan pendampingan. Seperti yang sudah dilakukan di beberapa wilayah seperti Bantul dan Sukoharjo Jawa Tengah.

Pembuatan biodiesel dalam skala rumah tangga bisa dilakukan dengan menggunakan alat sederhana yang tersedia di rumah, seperti kompor , wajan, thermometer dan bahan kimia penunjang yang bisa dibeli bebas. Berikut adalah tahapan atau Langkah Langkah dasar pembuatan biodiesel yang disampaikan Prof Karna Wijaya dalam sebuah dialog Mbangun Ndesa Pro4 RRI Yogyakarta:

  1. Pencampuran: Minyak jelantah dicampur dengan metanol sesuai perbandingan tertentu (misalnya 1:9 atau 1:10, tergantung kondisi kerusakan minyak).
  2. Penambahan Katalis: Masukkan katalis seperti soda api atau batu gamping ke dalam campuran.
  3. Pemanasan: Reaksikan campuran tersebut di atas kompor dengan suhu sekitar 60°C.
  4. Pemisahan: Setelah proses reaksi yang memakan waktu kurang lebih satu jam, campuran akan terpisah menjadi dua lapisan. Lapisan bagian atas yang berwarna bening adalah biodiesel, sementara bagian bawah adalah gliserol atau sisa reaksi lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....