Sambirejo Literacy Festival, Hadirkan Literasi Desa

  • 27 Apr 2026 16:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Persoalan literasi di tingkat desa tidak selalu terletak pada ketiadaan fasilitas. Namun lebih disebabkan belum optimalnya pemanfaatan ruang dan program yang tersedia.

Hal ini menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana. Tetapi juga memerlukan inovasi pendekatan agar masyarakat terlibat secara aktif.

Merespons kondisi tersebut, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMY Puthut Ardianto bersama dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab UMY, Lanoke Intan Paradita berkolaborasi. Mereka menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang berpuncak pada Sambirejo Literacy Festival.

Program ini dilaksanakan di Jalan Candi Ijo, Gunung Sari, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Mereka menggandeng komunitas lokal, khususnya Omah Literasi dan Tim Bimbingan Belajar Budhi Pekerti.

Pendampingan yang telah berlangsung sejak Februari 2026 ini juga berfokus pada penguatan kapasitas fasilitator lokal. Melalui cara ini, Lanoke berharap, mereka mampu mengembangkan program literasi secara mandiri dan berkelanjutan.

”Kami melihat sebenarnya infrastruktur literasi di Sambirejo sudah cukup baik, bahkan aktivitasnya juga sudah ada,” ucapnya, Senin, 27 April 2026. ”Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada kelompok tertentu, khususnya anak-anak bimbingan belajar.”

Maka, Puthut dan Lanoke mencoba menghadirkan variasi kegiatan literasi agar lebih inklusif dan menarik bagi masyarakat luas. Agar, ruang literasi yang sudah ada dapat dimanfaatkan secara bersama-sama untuk berkegiatan.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah metode read aloud atau membaca nyaring. Metode ini tidak hanya digunakan sebagai sarana membaca, tetapi juga dikembangkan menjadi pintu masuk untuk berbagai aktivitas lanjutan seperti menulis, diskusi, hingga kegiatan kreatif.

”Pendekatan tersebut sekaligus menjadi strategi untuk meningkatkan kapasitas tim bimbingan belajar, agar memiliki lebih banyak alternatif metode pembelajaran,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....