Kantongi Hak Paten Terbanyak, Peneliti Muda UIN Sunan Kalijaga Raih 2 Rekor MURI

  • 11 Apr 2026 23:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peneliti muda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fahrul Nurkolis dianugerahi dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus. Kedua rekor tersebut yakni Magister Ilmu Biomedis dengan publikasi jurnal ilmiah terindeks Scopus terbanyak dan pemegang hak paten terbanyak pada bidang yang sama.

Fahrul menerima penghargaan dari MURI di Gedung Museum Rekor Indonesia (MURI) Jakarta pada Senin, 6 April 2026. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Direktur Utama MURI Osmar Semesta Susilo, dan disaksikan pendidi Yayasan, Prof. Dr. Jaya Suprana.

Bagi Fahrul, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, ia telah menghasilkan sekitar 178 artikel terindeks Scopus dan 10 paten sederhana yang telah memperoleh status granted.

"Capaian ini tentu bukan kerja individu semata, melainkan hasil kolaborasi dengan banyak mentor, kolega, dan tim riset yang luar biasa," ujarnya.

Ia menekankan, konsistensi dalam berkarya tidak lahir dari motivasi sesaat, melainkan dari kebiasaan kecil yang dijaga setiap hari. Rasa ingin tahu, menurutnya, menjadi bahan bakar utama yang membuat riset terasa sebagai kebutuhan, bukan beban. Di sisi lain, lingkungan kolaboratif menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya karya-karya besar.

"Di balik itu semua juga ada fase lelah dan ragu, tetapi yang terpenting adalah tetap memilih untuk berjalan," katanya.

Secara keilmuan, sebagian besar riset Fahrul berfokus pada pengembangan natural products, functional food, serta penyakit metabolik seperti diabetes. Fokus ini tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi diarahkan untuk mendukung pengembangan terapi berbasis bahan alam Indonesia yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat pendekatan preventive medicine.

Dalam konteks yang lebih luas, capaian ini juga menghadirkan pesan penting mengenai kualitas lulusan perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan. Fahrul menilai, kualitas tidak dapat direduksi pada label institusi semata.

"Kualitas ditentukan oleh integritas, kerja keras, dan kontribusi nyata. Jangan sibuk membuktikan ke orang lain, cukup fokus membangun kapasitas diri, dan biarkan karya yang berbicara," ucapnya.

Dalam perjalanannya sebagai peneliti, Fahrul yang juga merupakan alumni Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga ini juga menyoroti peran kampus ini sebagai ruang pembentukan karakter keilmuan yang utuh. Ia menilai, lingkungan akademik kampus tidak hanya menekankan capaian ilmiah, tetapi juga menanamkan nilai integritas dan spiritualitas dalam proses pencarian ilmu.

Menurutnya, pendekatan tersebut membentuk cara berpikir yang tidak semata ilmiah, melainkan juga humanis, sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun personal. "Di sana saya belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk memberi manfaat dan keberkahan bagi banyak orang," kata Fahrul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....