APMI dan BPDP Perkuat Narasi Sawit Berbasis Data Melalui APMI Data Intelligence

  • 01 Apr 2026 16:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan dan produksi, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana narasi mengenai sawit dibangun di ruang digital. Melalui Program APMI Data Intelligence : Sentiment Analysis of Oil Palm melalui 'Media Analysis for Sustainable Oil Palm', Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ingin memperkuat kapasitas generasi muda.

Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, S.Tr, menyampaikan, kekuatan narasi berbasis data menjadi kunci dalam menghadapi berbagai kampanye negatif terhadap produk turunan sawit. Menurutnya, literasi data yang rendah di tengah masyarakat seringkali menjadi celah bagi berkembangnya opini yang merugikan sektor perkebunan.

“Keberlanjutan kelapa sawit bukan hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga tentang kekuatan narasi berbasis data. Program ini kami laksanakan sebagai upaya untuk membentuk strategi kampanye positif kelapa sawit di media sosial, sehingga generasi muda mampu membangun narasi yang kuat dan berlandaskan data,” katanya, melalui keterangan resmi, Selasa, 31 Maret 2026.

Kagiatan APMI Data Intelligence: Sentiment Analysis of Oil Palm yang telah berlangsung pada 10–16 Maret 2026 di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Sumatera Utara dengan tema “Media Analysis for Sustainable Oil Palm” ini diikuti oleh 150 peserta dari enam perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa SDM Sawit BPDP tersebut. Melalui program ini APMI dan BPDP ingin meningkatkan kapasitas generasi muda sawit dalam analisis sentimen media sosial, literasi data, serta strategi komunikasi berbasis data, sehingga mampu membangun narasi kelapa sawit Indonesia yang lebih objektif dan berbasis fakta di ruang digital.

Hal ini menjadi penting mengingat adanya korelasi antara maraknya kampanye negatif terhadap produk turunan kelapa sawit di ruang digital dengan rendahnya pemahaman publik terhadap manfaat komoditas perkebunan. Oleh karena itu, program ini juga mendorong penguatan edukasi berbasis data mengenai peran strategis kelapa sawit, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keberlanjutan, agar narasi yang berkembang di ruang publik menjadi lebih berimbang dan konstruktif.

Kegiatan tersebut terdiri dari tiga rangkaian utama, yaitu Data Dialogue, Intelligence Workshop, dan Intelligence Challenge. Pada sesi Data Dialogue, para peserta mendapatkan perspektif strategis mengenai dinamika isu kelapa sawit di media dari sejumlah narasumber, antara lain Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP (Helmi Muhansah), Direktur Eksekutif PASPI (Dr. Ir. Tungkot Sipayung), serta Dwi Fatimah, S.Psi (Editor Media Sawit Setara).

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Intelligence Workshop yang dipandu oleh Rizal Nova Mujahid dari Drone Emprit, yang memberikan pelatihan mengenai teknik membaca percakapan publik di media sosial, analisis sentimen, serta pemetaan isu digital yang berkembang di masyarakat.

Ketua Dewan Penasehat APMI, Dr. (cn) Djono Albar Burhan, S.Kom., MMgt (Int.Bus), CC., CL, menegaskan, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun komitmen generasi muda dalam menjaga reputasi sektor perkebunan.

“Anak muda yang mencintai perkebunan, khususnya kelapa sawit, harus mampu berada di garis depan dalam menghadapi berbagai kampanye negatif terhadap sektor sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Helmi Muhansah dari BPDP mengapresiasi inisiatif APMI dalam menyelenggarakan program yang berfokus pada penguatan literasi media dan komunikasi digital di kalangan generasi muda sawit.

“Kami sangat mengapresiasi APMI yang telah melaksanakan program ini. Jika kita ingin kelapa sawit terus berlanjut, maka narasi di media sosial juga harus kuat untuk mendukung sawit,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai dinamika opini publik di media sosial, tetapi juga ditantang melalui Intelligence Challenge untuk mempraktikkan kemampuan analisis media serta menyusun narasi berbasis data yang dipublikasikan melalui platform media sosial mereka. APMI berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda sawit yang memiliki kemampuan literasi digital, analisis data, serta strategi komunikasi yang kuat, sehingga mampu memperkuat narasi positif kelapa sawit Indonesia di tingkat nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....