Dosen UGM Teliti Rumput Laut Tropis Indonesia

  • 28 Feb 2026 18:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dosen Fakultas Peternakan UGM Nur Hidayah, S.Pt., M.Si memastikan rumput laut tropis Indonesia, bisa menurunkan emisi gas metana ternak. Terkait hal itu, ia juga menyusun disertasi tentang ”Mitigasi Produksi Metana Enterik pada Ruminansia melalui Penambahan Rumput Laut sebagai Aditif Pakan.

Nur Hidayah meneliti rumput laut tropis Indonesia penelitiannya melalui pendekatan bertahap, mulai dari evaluasi in vitro hingga uji in vivo pada kambing Kacang. Penelitian tahap in vitro mengevaluasi spesies rumput laut terbaik berdasarkan produksi gas dan parameter fermentasi rumen.

”Sedangkan tahap in vivo mengkaji konsumsi nutrien, kecernaan, keseimbangan nitrogen, metabolit darah, serta profil hematologi ternak,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Palisada perforata (Bory) K.W. Nam hingga 5 persen bahan organik dalam ransum total campuran (TMR), berpotensi menurunkan produksi gas metana. Sekaligus memberikan dampak positif terhadap profil metabolit darah dan status fisiologis ternak.

Selain itu, beberapa spesies rumput laut tropis Indonesia memiliki potensi sebagai sumber mineral, protein, maupun serat kasar untuk ruminansia. Secara global, metana (CH4) merupakan gas rumah kaca dengan dampak signifikan terhadap perubahan iklim.

Maka, inovasi berbasis pakan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung peternakan rendah emisi dan berkelanjutan. Penelitian itu dilakukan di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak dan Laboratorium Biokimia Nutrisi Fapet UGM.

Selama menempuh studi doktoral, Nur Hidayah memperoleh dukungan Beasiswa Pendidikan Indonesia dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Serta mengikuti SUIJI Joint Program Doctor di Universitas Ehime.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....