Riset Perguruan Tinggi Harus Jadi Solusi Peroalan Bangsa

  • 28 Feb 2026 17:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perguruan tinggi didorong untuk keluar dari orientasi semata pada publikasi ilmiah dan mulai menempatkan riset sebagai solusi nyata atas persoalan bangsa. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy menegaskan hal itu, saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut Muhadjir, riset di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada capaian administratif seperti jumlah publikasi atau indeks sitasi. Jika orientasi akademik terlalu berpusat pada luaran jurnal internasional berisiko menjauhkan kampus dari tanggung jawab sosial.

”Perguruan tinggi harus berani melakukan reformasi orientasi kegiatan riset,” katanya, Sabtu 28 Februari 2026. ”Sudah saatnya ilmu pengetahuan digunakan sebagai instrumen penyelesaian masalah riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi target publikasi.”

Apalagi kini, Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan strategis, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, energi, hingga transformasi ekonomi digital. Dalam konteks tersebut, kampus dituntut hadir dengan solusi berbasis riset yang aplikatif, terukur, dan dapat diimplementasikan secara konkret.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji itu juga menyoroti pentingnya keberpihakan riset pada agenda pembangunan nasional. Menurutnya, penelitian yang dilakukan oleh civitas academica harus selaras dengan kebutuhan bangsa, serta berkontribusi terhadap peningkatan daya saing nasional.

“Riset harus memiliki arah yang jelas dan berpihak pada kepentingan bangsa,” katanya. ”Kita tidak boleh terjebak dalam rutinitas akademik yang jauh dari realitas masyarakat.”

Muhadjir menegaskan, reformasi akademik tidak hanya menyangkut perubahan tema penelitian, tetapi juga transformasi pola pikir. Perguruan tinggi perlu membangun budaya riset yang kolaboratif, lintas disiplin, serta berorientasi jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....