Workshop BKSPTIS di Mataram, PTIS Harus Desain Masa Depan lewat Mutu
- 17 Feb 2026 07:49 WIB
- Yogyakarta
RR.CO.ID, Mataram - Perguruan Tinggi Swasta dihadapkan soal keberlangsungan dan secara spesifik terkait dengan admisi mahasiswa baru. Masa depan Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) tidak lagi bisa mengandalkan pihak luar, tetapi mendesain masa depan sendiri.
Hal ini ditegaskan Ketua Umum Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia (BKSPTIS) Prof. Fathul Wahid mengajak PTIS dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi, Senin, 16 Februari 2026, di Aula Abdurrahim, Universitas Al-Azhar Mataram. Menurutnya, desain masa depan PTIS dilakukan dengan memperkuat pengelolaan kapasitas, memperbaiki mutunya, memperkuat kerja sama.
"Apapun yang terjadi di luar, kita tetap bertumbuh, berkembang, menjadi lebih kuat. Karena sudah terlalu banyak energi yang kita kanalkan, mengandalkan perubahan-perubahan yang ada di luar kita, dan itu sampai hari ini tidak banyak berarti dalam membantu kita," katanya.
Melalui workshop ini, diharapkan mampu mengubah pola pikir untuk penguatan kapasitas perguruan tinggi masing-masing. Workshop ini dijelaskan Fathul Wahid, membahas tiga topik besar yang akan diskusikan, diantaranya terkait dengan tata kelola dan penjaminan mutu.
Penjaminan mutu ini menjadi pilar penting dan sekarang juga menjadi bagian penting untuk banyak proses. Hanya saja ada perguruan tinggi yang sudah cukup mapan, sudah cukup berhasil menata tradisi, membuat budaya mutu, tapi masih ada yang berjuang.
"Bayangan saya workshop seperti ini bisa menjadi ajang untuk saling bertukar pengalaman, saling menginspirasi, saling menguatkan kerja sama juga serupa. Dan bagian ini menjadi penting, karena kita tidak mungkin menguat bertumbuh secara sendiri-sendiri," ucapnya.
Dengan menjalin kerja sama, silaturahmi, kolaborasi, dengan banyak mitra menjadu bagian sangat penting untuk bertumbuh menguat di masa yang akan datang. Fathul berharap, perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi Islam swasta semuanya menjadi perguruan tinggi yang tetap tumbuh, tetap membesar dan pada saatnya menjadi perguruan tinggi yang punya kontribusi besar untuk kemajuan bangsa ini.
"Kita juga akan mendiskusikan mudah-mudahan nanti menjadi topik yang menarik bahwa perguruan tinggi selama ini seringkali dibingkai dalam kerangka yang sangat mekanistik sebagai penghasil lulusan, sebagai pabrik alumni. Kita berharap bagaimana mengembalikan terutama perguruan tinggi Islam ini menjadi institusi peradaban, menjadi lembaga yang tidak hanya berguna tetapi juga bermakna," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Muh. Ansyar menyambut antusias digelarnya workshop yang tidak hanya diikuti PTIS dari provinsi Nusa Tenggara Barat. Workshop ini menurutnya sangat penting, di tengah berbagai perubahan terutama adanya berbagai perubahan peraturan-peraturan yang mengikat kepada perguruan tinggi termasuk perguruan tinggi Islam.
"Pendidikan Tinggi Islam merupakan pilar salah satu pilar yang mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan juga bagi negara.,Dalam era globalisasi yang semakin berkembang pesat ini, tantangan pendidikan tinggi Islam tidak hanya terletak pada kualitas pendidikan itu sendiri tetapi juga pada kemampuan untuk beradaptasi dan bersaing di tingkat internasional," katanya.
Workshop ini hadir dengan materi yang sangat relevan dan strategis yakni penjaminan mutu dan juga adalah internasionalisasi perguruan tinggi Islam. Dijelaskan Muh. Ansyar, penjaminan mutu adalah sebuah upaya yang harus terus diakukan untuk memastikan kualitas pendidikan yang kita berikan sesuai dengan standar nasional maupun standar internasional.
Proses ini mencakup berbagai aspek mulai dari kurikulum yang relevan, metode pembelajaran yang yang inovatif hingga pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi semua untuk memahami dan menerapkan sistem penjaminan mutu yang efektif dalam setiap aspek pendidikan tinggi.
Selain itu, internasionalisasi pendidikan tinggi adalah langkah yang tidak kalah pentingnya dalam konteks global saat ini. Universitas atau perguruan tinggi di seluruh dunia sudah seharusnya saling berinteraksi dan berkolaborasi termasuk dalam hal riset, hingga pertukaran mahasiswa maupun pengembangan kurikulum.
"Internasionalisasi pendidikan tinggi Islam menjadi kunci untuk memperluas jaringan, meningkatkan reputasi serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mengakses berbagai peluang internasional. Kami berharap melalui workshop ini para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai topik-topik tersebut serta dapat mengimplementasikannya dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan tinggi Islam," ucapnya.
Muh. Ansyar mempercayai, penguatan kualitas pendidikan tinggi Islam akan memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kemajuan umat Islam baik di Indonesia maupun di dunia internasional.
Selain dibuka dengan sambutan, pada workshop ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Universitas Islam Indonesia (UII) denganUniversitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....