Mahasiswa PKL UNY Lakukan Pengujian Keamanan Pangan

  • 05 Feb 2026 16:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) berlangsung intensif di Laboratorium Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 12 Desember 2025 hingga 2 Februari 2026. Peserta magang yang terlibat dalam program ini, Fitriyatul Mukarromah, Hasna Izza Luthfia dan Fyinn Lika Ambitha, yang akan melakukan berbagai pengujian mikrobiologi dan kandungan kimia berbahaya pada produk perikanan untuk memastikan keamanan pangan masyarakat di bawah bimbingan Bapak Arif Rohman Khakim, selaku Kepala Laboratorium DKP DIY.

Program PKL ini melaksanakan serangkaian kegiatan pengujian laboratorium yang meliputi uji kandungan formalin pada ikan asin dan produk perikanan, pengujian mikrobiologi seperti Angka Lempeng Total (ALT), serta deteksi bakteri patogen meliputi E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae. Total terdapat lebih dari 30 sesi kegiatan yang mencakup tahap preparasi, pengujian, hingga analisis hasil terhadap sampel dari berbagai customer yang membutuhkan sertifikasi keamanan produk perikanan.

Laboratorium DKP DIY yang dilengkapi dengan peralatan modern seperti Laminar Air Flow (LAF) dan autoclave untuk pengujian formalin dan mikrobiologi. (Foto: dok. Fitriyatul Mukarromah)

Seluruh kegiatan dilaksanakan di Laboratorium DKP DIY yang dilengkapi dengan peralatan modern seperti Laminar Air Flow (LAF) dan autoclave untuk pengujian formalin dan mikrobiologi. 

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada peserta PKL dalam pengujian keamanan produk perikanan, sekaligus mendukung fungsi vital laboratorium DKP DIY dalam menjamin mutu dan keamanan produk perikanan yang beredar di masyarakat. 

Pengujian dilakukan untuk memastikan produk bebas dari bahan berbahaya seperti formalin dan cemaran mikrobiologi yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, mengingat produk perikanan merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Proses pengujian dilakukan secara bertahap dan sistematis mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Tahap pertama adalah pra-pengayaan (pre-enrichment) dimana 25 gram sampel dihomogenisasi dalam media khusus seperti Buffered Peptone Fluid (BFP) atau Alkaline Peptone Water (APW). Tahap kedua adalah pengayaan selektif menggunakan media Rappaport Vassiliadis (RV) dan Tetrathionate Broth (TTB) yang diinkubasi pada suhu 42°C selama 24 jam. Tahap ketiga merupakan isolasi pada media selektif seperti TCBS Agar untuk Vibrio cholerae, serta HE Agar, XLD Agar, dan BSA untuk Salmonella. Tahap terakhir adalah konfirmasi menggunakan uji biokimia dengan media Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Lysine Iron Agar (LIA), Tryptone Broth (TB), serta media MRVP untuk memastikan identifikasi bakteri patogen secara akurat.

Pengujian untuk deteksi bakteri patogen meliputi E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae. (Foto: dok. Fitriyatul Mukarromah)
Peserta PKL juga aktif terlibat dalam pembuatan berbagai media pengujian seperti Lactose Tryptose Broth (LTB), Levine Eosin Methylene Blue (LEMB), Simon Sitrate (SS), dan media selektif lainnya. Semua media disterilisasi menggunakan autoclave pada suhu dan tekanan sesuai standar yang berlaku, kemudian didinginkan dan disimpan pada kondisi yang tepat untuk menjaga stabilitas dan kualitas media sebelum digunakan dalam pengujian. 

Selama periode PKL, telah dilakukan pengujian terhadap berbagai jenis sampel termasuk ikan segar seperti cakalang, salem, tawes, kakap, dan dori, produk olahan berupa fish roll, dimsum, pempek, dan stik tuna, serta ikan asin meliputi teri nasi, gereh petek, rese, dan teri gundul. Hasil pengujian menunjukkan mayoritas sampel memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan, dengan beberapa sampel dinyatakan negatif terhadap kandungan formalin dan bebas dari cemaran bakteri patogen berbahaya.

Melalui pelaksanaan PKL ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis laboratorium, tetapi juga memahami pentingnya peran pengawasan mutu dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Keterlibatan langsung dalam proses pengujian memberikan wawasan nyata mengenai penerapan standar operasional prosedur, ketelitian dalam analisis, serta tanggung jawab ilmiah dalam menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (Fitriyatul Mukarromah/ras)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....