Teliti Proses Penyamakan Kulit Hantar Gresy Bergelar Doktor
- 27 Jan 2026 13:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Kromium masih menjadi bahan utama yang paling banyak digunakan di industri penyamakan kulit. Karena kemampuannya meningkatkan stabilitas kolagen melalui pembentukan ikatan silang.
Namun, tingkat penyerapan kromium pada kulit domba masih relatif rendah. Sehingga berdampak pada kualitas kulit sekaligus meningkatkan risiko pencemaran lingkungan akibat limbah cair yang mengandung kromium.
Hal ini dikemukakan oleh Gresy Griyanitasari, S.Pt., M.Sc. saat melaksanakan ujian tertutup program doktor Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Senin, 26 Januari 2026. Gresy mempertahankan disertasinya yang berjudul Studi Optimasi Proses Penyamakan Utama dan Implikasinya Terhadap Kualitas Kulit Domba Finish.
“Disertasi ini menyoroti isu strategis dalam industri penyamakan kulit, khususnya efisiensi penggunaan kromium dan peningkatan mutu kulit domba hasil akhir (finish leather),” kata Gresy.
Ia menjelaskan penelitian ini dirancang dalam tiga tahap utama. Tahap pertama berfokus pada optimasi proses penyamakan utama dengan mempelajari pengaruh suhu, waktu, dan jumlah kromium terhadap suhu kerut kulit wet blue, kadar Cr₂O₃ yang terserap dalam kulit, serta kadar kromium total pada limbah cair.
“Optimasi dilakukan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Box-Behnken,” ujarnya.
Tahap kedua bertujuan mengevaluasi morfologi kulit crust yang dihasilkan dari kulit wet blue hasil proses penyamakan utama yang optimal. Sementara tahap ketiga diarahkan untuk meningkatkan sifat fisik, kerataan warna, dan morfologi permukaan kulit tersamak melalui penerapan empat tipe coating, yaitu anilin (AN), semi anilin (SAN), lightly covering (LC), dan opaque (O).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal proses penyamakan utama dicapai pada suhu 44,17 °C selama 240,12 menit dengan penggunaan kromium sebesar 7,00 persen. Kulit crust yang dihasilkan pada kondisi tersebut memiliki struktur yang kompak dan dinilai memiliki ketahanan yang baik untuk dilanjutkan ke tahap finishing.
“Secara morfologis, kulit dengan tipe coating lightly covering tampak lebih halus dengan pori-pori yang lebih tertutup, sehingga memberikan nilai estetika dan kualitas permukaan yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa optimasi proses penyamakan utama berperan penting dalam menentukan kualitas kulit pada tahap-tahap selanjutnya,” ujar Gresy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....