Mendikdasmen Abdul Mu’ti: AI Perkuat Guru, Bukan Menggantikan

  • 25 Jan 2026 08:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat hadir dalam acara Karangmalang Education Forum (KEF) di Ballroom Gedung IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Forum bertema ‘AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan Untuk Semua’ tersebut berlangsung secara hybrid yang diikuti oleh 340 peserta secara daring dan lebih dari 800 orang secara luring yang terdiri dari pendidik, mahasiswa, alumni, pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum. Forum ini digelar sebagai ruang diskusi strategis untuk merespons perkembangan AI dalam dunia pendidikan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Sumaryanto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyikapi transformasi digital. Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, serta menjaga nilai-nilai humanistik yang menjadi fondasi pendidikan nasional.

Sebagai keynote speaker, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti memaparkan arah kebijakan pendidikan nasional dalam menyikapi pemanfaatan AI secara inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa AI merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan.

“AI harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pendidik. Teknologi ini justru perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru dan meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.

Forum ini juga menghadirkan Prof. Dr. Ismunandar, Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, sebagai narasumber pertama dengan topik “Budaya Belajar di Era AI”. Ia mengulas perubahan paradigma belajar akibat pesatnya perkembangan teknologi digital, sekaligus menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang kritis, kreatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai kebudayaan bangsa.

Sementara itu, Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T., Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, tampil sebagai narasumber kedua dengan tema “Bisakah AI Menggantikan Manusia (Guru)”. Diskusi ini memantik perhatian peserta dengan mengulas batasan kemampuan AI dalam pendidikan serta menegaskan bahwa peran guru tetap tidak tergantikan, khususnya dalam pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan.

Ketua DPP IKA UNY Prof. Suyanto menyampaikan bahwa Karangmalang Education Forum merupakan wujud kontribusi alumni UNY dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan dan peluang pendidikan di era kecerdasan artifisial (AI).

“Akhirnya harapan kita untuk menghadirkan Bapak Menteri terkabul hari ini” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....