Cara Mengendalikan Hujan Tanpa Pawang
- 05 Des 2024 16:21 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Memanipulasi kondisi lingkungan menggunakan teknologi bukan berarti kontrol alam ada di tangan manusia. Setiap cara mengendalikan hujan memiliki batas efektivitas dan efisiensinya juga tidak selalu 100 persen berhasil, tapi dikenal punya probabilitas keberhasilan tinggi.
Menurut laman kemenkeu.go.id berikut ini beberapa teknik memanipulasi kondisi cuaca:
1. Penyemaian awan dengan partikel mikroskopis
Penyemaian awan dilakukan dengan cara menyemprotkan partikel mikroskopis berupa aluminium oksida dan perak iodida yang berperan sebagai inti es buatan. Nantinya, senyawa terebut akan memberikan kemampuan untuk kristal es tumbuh. Kelemahannya, cara ini membutuhkan udara di sekitarnya yang mengandung persentase uap air tertentu.
Metode ini ditemukan oleh Dr. Bernard Vonnegut pada 1971.
2. Ionizers Uni Emirat Arab
Uni Emirat punya tanah yang kaya namun punya curah hujan yang rendah. Selama bertahun-tahun, Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan bekerja keras memanipulasi cuaca dengan angin ionic terbesar di dunia. Caranya dengan membangun ionizers raksasa yang terpasang di atas tiang-tiang baja oleh perusahaan Swiss, Metro Systems Internasional.
3. Aksi udara bersih di Atlanta
Ketika undang-undang udara bersih berlaku di Atlanta pada 1970, memang tidak ada yang bisa meramalkan efek langsung pada lingkungan yang luar biasa. Lima tahun pertama setelah pemberlakuan RUU tersebut, emisi partikel kecil di bawah 10 mikrometer menurun hingga 40 persen di seluruh negeri.
Ternyata, penyebab utamanya adalah polusi udara yang disebabkan oleh pabrik-pabrik Atlanta pada tahun 50-an dan 60-an sehingga awan kurang efisien.
4. China memiliki pesawat, roket, dan senjata ke udara untuk melenyapkan potensi hujan
China memiliki 30 pesawat terbang, 4.000 peluncur roket, dan 7.000 senjata anti-pesawat yang siap untuk melenyapkan potensi hujan. Namun hal tersebut menuai pro dan kontra mengenai konsekuensi lingkungan dan patologis yang akan timbul setelah penyemprotan iodida dalam jumlah besar ke atmosfer.
5. Energi laser untuk menginduksi hujan dan badai
Para ahli dari University of Central Florida dan University of Arizona percaya bahwa dengan mengembangkan serangkaian sinar laser, dapat mengaktifkan listrik statis sehingga menginduksi hujan dan badai.
6. Meriam hujan es
Pembuat anggur Prancis dan petani lainnya di sana sudah sejak lama menggunakan meriam hujan es untuk mencoba menyelamatkan buah mereka dari kerusakan akibat badai. Setiap beberapa detik, ledakan meriam di ruang bawah tanah akan melontarkan ledakan keras ke arah langit. Sayangnya baru sedikit bukti bahwa meriam hujan es ini benar-benar berfungsi dan efektif. (Dina/par)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....