UII Gandeng Taiwan dan MUTU Internasional Perkuat Uji Dioksin Proyek PSEL Piyunga

  • 17 Sep 2026 13:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) memperkuat posisinya dalam peta riset dan pengujian lingkungan nasional melalui penandatanganan kesepakatan adendum perluasan kerja sama Triple Helix bersama Cheng Shiu University (CSU) Taiwan dan PT Mutuagung International Tbk. Salah satu sorotan utamanya terkait Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di Piyungan, Yogyakarta.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Eko Siswoyo mengatakan, kerja sama ini bukan sekadar seremonial formal. Akan tetapi merepresentasikan komitmen bersama yang kuat terhadap pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu sorotan utama dari pertemuan hari ini adalah dukungan dan kontribusi luar biasa dari Cheng Shiu University yang secara resmi menyerahkan instrumen dan peralatan pengujian canggih untuk analisis dioksin kepada UII. Menurutnya, dioksin merupakan pencemar lingkungan persisten yang menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan manusia dan ekosistem di seluruh dunia.

"Pemantauan dan pengendalian zat pencemar ini membutuhkan presisi tinggi, teknologi mutakhir, anggaran yang besar, serta kompetensi ahli," katanya dalam sambutan di Gedung Prof. Dr. Sardjito UII Yogyakarta, Kamis, 17 September 2026.

Prof. Eko menyebutkan, pengujian senyawa dioksin dan furan selama ini menjadi tantangan besar di Indonesia karena biayanya yang sangat mahal dan keterbatasan fasilitas uji. Menurutnya, Sistem Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) diharapkan menjadi salah satu solusi yang dihadirkan dalam Program Strategis Nasional (PSN) dalam mengatasi masalah sampah secara berkelanjutan di DIY.

"Salah satu kelayakannya kan harus bebas dioksin, sesuai WTE Waste to Energy, untuk menganalisis ini mahal harus ke luar negeri, dan yang punya Kementerian Lingkungan Hidup. Nah ini kalau kita bisa establish ini menjadi second opinion, ketika pengujinya di Jogja kan semakin bagus, sehingga sekali lagi, dan bukan hanya dioksin ya, karena ini kan HRMS (High-Resolution Mass Spectrometry) ini kan juga bisa nguji beberapa parameter yang lain juga Pestisida, PCB, dan sebagainya," ujarnya.

Melalui kerja sama ini Prof. Eko mengharapkan, selain UII menjadi Research University atau universitas riset, juga bisa mendukung program pemerintah. Sehingga misi Rahmatan lil 'Alamin bisa berkontribusi, khususnya untuk lingkungan dan lebih spesifik dalam pengujian Dioksin Furan di Indonesia.

"Karena efek dari dioksin kan sangat keras, sangat berbahaya, enggak kelihatan tapi ya lama-lama terhirup kita, maka di udara kan tinggal, lebih gampang dihirup, itu akan berbahaya. Sehingga dipastikan bahwa itu bebas dari Dioksin Furan," katanya, menambahkan.

Prof. Eko menyebutkan, Laboratorium Kualitas Lingkungan UII telah terakreditasi ISO/IEC 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan lebih dari 150 parameter uji. Tambahan instrumen HRMS dari Taiwan ini tidak hanya memperkuat uji dioksin, tetapi juga riset senyawa lain seperti pestisida dan PCB.

Sementara itu, Vice President of Cheng Shiu University, Prof. Yen-Yi Li menyampaikan, bergabungnya UII ke dalam kerangka J.L Center, sebuah kolaborasi riset dan layanan teknis yang digagas oleh CSU dan PT Mutuagung International sejak Mei 2023. Kerja sama ini untuk mengubah pengetahuan dan keahlian menjadi solusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan.

"Jadi hari ini, kita melangkah satu tahap lebih maju dalam kerja sama ini. Dengan bergabungnya UII bersama kami, J.L Center menjadi platform yang lebih kuat untuk menghubungkan penelitian akademis, keahlian teknis, dan pengalaman industri," ujarnya, memgungkapkan.

Prof. Yen-Yi Li menyebutkan, kerja sama internasional bukan sekadar menandatangani sebuah perjanjian atau berupa dokumen. Melalui kerja sama ini, dibangun keberlanjutan (continuity), perluasan (extension), dan implementasi (implementation). Melanjutkan kemitraan yang telah dimulai, memperluasnya bersama UII, dan mulai hari ini ke depan, tugas yang paling penting adalah implementasinya.

"Saya sungguh-sungguh berharap perjanjian hari ini dapat segera menjadi proyek penelitian bersama, proyek teknis, program pelatihan. Tantangan lingkungan tidak pernah berhenti, dan begitu pula dengan kontribusi ilmiah kita," ucapnya.

Prof. Yen-Yi Li menekankan, kerja sama yang terbangun bukan diukur dari jumlah perjanjian yang kita tandatangani, tetapi kemitraan terbaik diukur dari orang-orang yang terhubungkan, kapabilitas yang dibangun, dan dampak yang diciptakan bersama.

Sementara itu, Director of MUTU Internasional Arifin Lambaga menyampaikan, hadirnya J.L Center merupakan kemitraan dalam layanan pengujian dioksin dan furan. Menurutnya, inisiatif ini menjadi landasan penting untuk semakin memperkuat kapabilitas dan memperluas cakupan layanan laboratorium di masa mendatang.

"Penandatanganan adendum hari ini menandai tonggak sejarah penting untuk memperluas kerangka kerja J.L Center menjadi kerja sama tripartit di antara Cheng Shiu University, MUTU Internasional, dan Universitas Islam Indonesia atau UII," katanya, menyampaikan.

Arifin mengungkapkan, dengan menggabungkan keahlian teknis tingkat lanjut dari Cheng Shiu University, kapabilitas akademis dan laboratorium UII, serta pengalaman MUTU Internasional dalam sertifikasi, inspeksi, pengujian, kepatuhan regulasi, dan keterlibatan industri, diharapkan dapat membangun fondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan layanan analitis dan pengujian yang menjawab kebutuhan industri. Melalui sinergi ini juga diharapkan membangun kemitraan yang produktif dan berkelanjutan yang berkontribusi pada kemajuan industri layanan laboratorium dan dunia akademis.

"Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperluas portofolio layanan kami, mengembangkan peluang bisnis baru dalam pengujian dan layanan terkait, serta meningkatkan kemampuan kami dalam memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi para klien kami, khususnya di Indonesia. Yang lebih penting, kami berharap kemitraan ini akan mengalirkan kekuatan gabungan kita ke dalam proyek-proyek konkret, layanan yang berkelanjutan, dan manfaat jangka panjang bagi ketiga institusi, serta bagi Indonesia," ujarnya, mengakhiri.

Melalui kolaborasi ini, UII menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menandatangani kesepakatan di atas kertas, melainkan menghadirkan solusi ilmiah konkret yang mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....