Tiga Mahasiswa FEB UGM Ikuti Asian Undergraduate Symposium 2026

  • 27 Agt 2026 18:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berkesempatan mengikuti Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026 yang diselenggarakan oleh NUS College (NUSC) di Singapura.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Fazmi Rizki Al Ghifari (Manajemen 2024), Clairina Elvina Indrian (Akuntansi 2024), dan Jovita Melinda Susanti (Manajemen 2024).

Program yang berlangsung pada 5-18 Juli 2026 ini mempertemukan 300 peserta dari berbagai negara Asia untuk belajar, bertukar budaya, membangun jejaring, serta mengembangkan kapasitas melalui kolaborasi lintas negara.

Menurut ketiganya, persiapan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendaftaran, mulai dari sertifikat bahasa Inggris, daftar riwayat hidup (curriculum vitae), surat motivasi (motivation letter), hingga dokumen perjalanan.

"Persiapannya harus benar-benar matang. Dokumennya juga perlu diperiksa ulang (proofread) sebelum dikirim," kata Clairina di Yogyakarta.

Pada minggu pertama, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran melalui sesi panel dan perjalanan edukasi (learning journey). Bagi Jovita, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang interaktif sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.

"Belajarnya lebih interaktif dan kebersamaan dengan peserta lain juga lebih terasa," ucap Jovita.

Sementara itu, Fazmi terkesan dengan sesi Growthbeans yang dikemas menyerupai permainan papan (board game) dengan tema kesehatan mental karena seluruh peserta terlibat aktif dalam diskusi.

Setelah menyelesaikan pembelajaran, para peserta mulai mengembangkan proyek sosial dengan pendampingan mentor.

Clairina bersama timnya mengembangkan proyek "Piring Ijo" yang mengolah pelepah pisang dari daerah Mangunan, Bantul, Yogyakarta menjadi alat makan ramah lingkungan. Proyek ini berhasil meraih hibah awal (seed grant) sebesar 5.000 dolar Singapura untuk tahap implementasi selama enam bulan.

"Prosesnya cukup padat karena proposal harus selesai dalam waktu dua sampai tiga hari," ujar Clairina.

Keberhasilan meraih seed grant juga diraih Fazmi melalui proyek "AlirCita". Proyek ini berfokus pada mitigasi bencana banjir di Majalaya, Bandung melalui digitalisasi sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Kami mencoba memanfaatkan teknologi dan lokakarya supaya masyarakat bisa mendapatkan edukasi dan peringatan lebih awal," kata Fazmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....