ESCAPE Exhibition Hadir di GIK UGM, Perkuat Kolaborasi Indonesia-Prancis

  • 22 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) menghadirkan ESCAPE Exhibition: Génération Numérique. Pameran seni digital internasional yang untuk pertama kalinya dipresentasikan di Asia Tenggara ini berlangsung pada 21 Agustus hingga 10 September 2026 di Galeri Bulaksumur, GIK UGM, Yogyakarta.

ESCAPE menghadirkan karya seniman kontemporer dari Prancis dan sejumlah negara lainnya yang mengangkat perkembangan teknologi digital selama tiga dekade terakhir. Pameran ini mengajak publik melihat perubahan internet, dari teknologi komunikasi hingga menjadi bagian penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Sebelum dipamerkan di Yogyakarta, ESCAPE telah hadir di lebih dari 40 negara melalui jaringan Institut Français dan Alliance Française. Kehadirannya di Indonesia tak hanya memperluas akses terhadap perkembangan seni digital internasional, tetapi juga membuka ruang dialog dan pertukaran antara Indonesia dan Prancis dalam bidang seni, teknologi, serta industri kreatif.

Kerja sama kedua negara di bidang digital sebelumnya juga berkembang melalui keterlibatan profesional dan organisasi Prancis dalam Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) di Bali. ESCAPE kemudian memperluas ruang kolaborasi tersebut dari industri gim ke ranah seni digital dan budaya teknologi.

Perkuat kerja sama kebudayaan

Pameran ini merupakan salah satu program Institut Français Paris yang diperkenalkan kepada Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Dini, saat kunjungannya ke Prancis melalui Future Leaders Invitation Programme (PIPA) yang diprakarsai Kementerian Luar Negeri Prancis.

Program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kerja sama kebudayaan Indonesia-Prancis, termasuk dalam bidang video game dan ekonomi kreatif sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Bersama Indonesia dan Prancis mengenai Strategi Kebudayaan yang diadopsi kedua presiden pada Mei 2025.

ESCAPE mengangkat perubahan besar sejak internet mulai menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Perkembangan ruang digital kini semakin kompleks dengan hadirnya algoritma, data, platform digital, dan kecerdasan buatan yang turut memengaruhi cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi.

Kerangka pameran terbagi dalam dua tema, yakni La Révolution Numérique atau Digital Revolution dan Le Code Est La Loi atau Code is Law. Kedua tema tersebut menjadi pintu masuk untuk melihat hubungan perkembangan teknologi dengan perubahan sosial dan budaya.

Sebanyak 11 karya ditampilkan menggunakan beragam medium, mulai dari instalasi interaktif, film, video game, fotografi, arsip virtual hingga karya berbasis web. Karya-karya tersebut merefleksikan berbagai fase perkembangan budaya digital, termasuk nostalgia terhadap internet generasi awal, pengawasan berbasis data, kapitalisme platform, jejak digital, kehidupan virtual, hingga hubungan manusia dengan kecerdasan buatan.

“ESCAPE memberikan kesempatan kepada publik untuk melihat perkembangan teknologi digital melalui perspektif seni. Karya-karya yang ditampilkan mengangkat persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan data hingga pengaruh teknologi terhadap cara kita berinteraksi dengan lingkungan. Kehadiran ESCAPE di Yogyakarta juga menjadi bagian dari upaya memperluas percakapan mengenai seni digital di Indonesia sekaligus memperkenalkan praktik seni kontemporer dari berbagai konteks internasional kepada publik,” ujar Margaux Nemmouchi, Direktur Institut français d’Indonésia (IFI) Yogyakarta.

ESCAPE Exhibition merupakan kolaborasi GIK UGM, Institut Français, OrthoLab, dan Art Pack Service, dengan dukungan Gameloft Indonesia. Kolaborasi ini mempertemukan institusi kebudayaan, praktisi kreatif, dan pelaku industri dalam sebuah program yang menghubungkan perkembangan seni dengan teknologi digital.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi program publik, salah satunya Gameloft Art Director Seminar pada 4 September 2026. Seminar tersebut menghadirkan praktisi industri gim untuk membahas proses kreatif, visual storytelling, serta perkembangan peran seni dalam industri gim global.

Bagi GIK UGM, penyelenggaraan ESCAPE menjadi bagian dari upaya mempertemukan seni, inovasi, teknologi, dan masyarakat. Pameran ini sekaligus memperkuat GIK sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan praktik kreatif lintas disiplin dalam merespons perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....