Jadikan Muhammadiyah Mitra Prioritas, Dubes Qatar Ungkap Peluang Kolaborasi
- 04 Agt 2026 14:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyambut hangat kedatangan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, di Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Senin, 3 Agustus siang. Silaturahmi yang dilakukan Duta Besar (Dubes) Qatar itu tidak hanya membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Dalam perbincangan yang berlangsung lebih dari sejam, kedua belah pihak juga menjajaki peluang kolaborasi di sektor ketenagakerjaan serta penyelenggaraan forum internasional yang mengangkat berbagai isu strategis dunia Islam.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, mengakui Pemerintah Qatar pada prinsipnya menginginkan terjalinnya hubungan kerja sama yang lebih erat dengan Muhammadiyah di berbagai bidang.
"Selain itu juga dibahas kemungkinan kerja sama dalam penyelenggaraan forum seminar yang membahas berbagai persoalan dunia Islam," ujar Syafiq.
Menurutnya, berbagai peluang kolaborasi tersebut merupakan wujud semangat ta'awun atau saling tolong menolong antar sesama umat Islam guna memperkuat peradaban dan kemaslahatan bersama.
Syafiq juga menyebutkan, rencana Kunjungan Menteri Agama dan Wakaf Qatar ke Indonesia diharapkan menjadi tindak lanjut konkret dari pembahasan yang telah dilakukan dalam pertemuan tersebut. Momentum itu dinilai akan membuka ruang pembicaraan yang lebih mendalam mengenai bentuk-bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan di masa depan.
"Dubes Qatar turut menyampaikan informasi bahwa akan ada kunjungan Menteri Agama dan Wakaf Qatar. Dengan mengundang Muhammadiyah, maka hal ini akan kami anggap sebagai tindak lanjut dari pertemuan hari ini. Barangkali nanti akan ada pembicaraan yang lebih detail mengenai berbagai bentuk kerja sama antara Muhammadiyah dan negara Qatar," ucapnya.
Kerja sama erat
Sementara itu, Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, menyatakan, selain kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan, hingga forum internasional, masih terdapat sejumlah program sosial-keagamaan yang berpotensi dikembangkan bersama Muhammadiyah.
"Kami juga memiliki beberapa program yang bisa menjadi program bersama, seperti pembagian Mushaf Al-Qur'an Qatar dan distribusi kurma pada bulan Ramadan. Tentu selama ini kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia," ujar Sultan bin Mubarak.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mengungkapkan kesan positifnya terhadap Muhammadiyah. Ia menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi Islam pertama yang dikunjunginya sejak memulai tugas sebagai Dubes Qatar pada 2025 silam.
"Saya adalah Duta Besar Qatar yang baru di Indonesia sejak 2025, dan Muhammadiyah adalah organisasi Islam pertama yang saya kunjungi setelah mulai bertugas," katanya.
Ia menambahkan, sebelum berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah, dirinya terlebih dahulu bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan mengunjungi Universitas Gadjah Mada, setelah itu berlanjut ke Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.
"Kami mengetahui bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang sangat besar," ucapnya, menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....