Kecerdasan Buatan Pengaruhi Geopolitik Dunia
- 21 Jul 2026 21:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, kini menjadi aset strategis yang diperebutkan negara-negara di dunia. Sebab, AI menentukan keseimbangan kekuatan ekonomi, militer, hingga geopolitik dunia pada masa depan.
Dosen Prodi Hubungan Internasional UMY, sekaligus pakar Ekonomi Politik Internasional, Arie Kusuma Paksi menyebut peran penting AI dalam kancah global AI. Hasil perkembangan teknologi ini, menjadi fondasi pengembangan sistem pertahanan.
”Negara yang mampu menguasai AI, memiliki keunggulan ekonomi sekaligus keunggulan strategis di bidang militer dan intelijen,” katanya, Selasa, 21 Juli 2026. ”Karena manfaatnya sangat besar, AI diperlakukan seperti minyak atau teknologi nuklir di masa lalu.”
Perkembangan ini menyebabkan persaingan antara dua negara raksasa, yaitu Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tidak hanya berkutat pada perang dagang. Namun realitas menunjukkan, pergeseran kompetisi dalam hal penguasaan teknologi berbasis AI.
”Inti persaingan itu terkait penguasaan chip semikonduktor berteknologi tinggi, yang menjadi otak bagi pengembangan teknologi AI modern,” ucapnya. ”Sehingga AS terus memperketat pembatasan ekspor chip canggih kepada Tiongkok.”
Namun, tekanan AS justru bisa menjadi boomerang, ketika akses terhadap chip dibatasi. Tiongkok semakin terdorong membangun industri chipnya sendiri sehingga dalam jangka panjang dapat mempercepat kemandirian teknologi mereka.
Maka, negara yang memiliki akses terhadap data dalam jumlah besar, infrastruktur komputasi berkapasitas tinggi, serta sumber daya manusia unggul bidang AI akan memperoleh keuntungan kompetitif. Dan terus meningkat, seiring perkembangan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....