Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis dan Misi Kemanusiaan oleh Agresor Israel

  • 20 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 kala menuju Gaza, Palestina. Tindakan tak terpuji Zionis tersebut termasuk di antaranya menahan sejumlah jurnalis Indonesia yang turut dalam misi tersebut.

Ketika menghadiri milad Aisyiyah, Prof Dr H Haedar Nashir menegaskan, Muhammadiyah secara konsisten menolak segala bentuk intervensi yang menggunakan kekerasan maupun politik kekerasan dalam penyelesaian konflik internasional.

“Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi bahkan juga menggunakan kekerasan atau politik kekerasan yang akhirnya merugikan semua pihak,” ujar Haedar usai Resepsi Milad Aisyiyah ke-109 di Convention Hall Unisa Yogyakarta.

Menurut Haedar, para jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang berada dalam rombongan tersebut tidak memiliki kepentingan politik, melainkan menjalankan misi kemanusiaan dan tugas jurnalistik untuk menyuarakan kondisi rakyat Palestina.

“Jurnalis dan para aktivis kemanusiaan itu tidak punya kepentingan politik apa pun,” ujar ulama kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut berharap Israel tak sewenang-wenang terhadap rakyat Palestina maupun berbagai pihak yang hadir membawa misi perdamaian dan kemanusiaan di Gaza.

“Jangan sampai menghadapi persoalan Palestina dengan tindakan yang justru merugikan pihak-pihak yang membawa misi kemanusiaan dan perdamaian,” katanya.

Lebih lanjut, Haedar juga meminta komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengambil langkah nyata terhadap berbagai tindakan kekerasan yang terus terjadi di Palestina.

Baginya, perang dan konflik berkepanjangan menunjukkan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan modern global. Padahal setelah Perang Dunia I dan II, dunia semestinya memiliki komitmen kuat untuk menghentikan peperangan. “Mestinya dunia tidak lagi menjadikan perang sebagai jalan penyelesaian,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....