Begini Cara UMY dan Vatikan Lawan Perang Ekonomi

  • 11 Mei 2026 21:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Delegasi UMY dan Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Dikasteri Dialog Antaragama Vatikan, sepakat membangun koalisi organisasi keagamaan lintas tradisi. Upaya ini untuk menghentikan perang ekonomi.

Sebab, perang ekonomi memicu krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Kesepakatan koalisi tersebut dicapai dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Vatikan, Roma, Italia, Selasa, 5 Mei 2026.

Rektor UMY, Profesor Achmad Nurmandi, mengungkapkan capaian tersebut di kampus UMY, Senin 11 Mei 2026. Koalisi organisasi keagamaan ini, merupakan kerja sama terstruktur antara Muhammadiyah, Vatikan, dan institusi keagamaan internasional lainnya.

”Dalam bentuk advokasi bersama, penyampaian pesan perdamaian, serta aksi kemanusiaan nyata di lapangan,” katanya. ”Kardinal Koovakad secara langsung menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi geopolitik global yang terus memburuk.”

Beberapa faktor yang menjadi perhatian ialah melemahnya otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga pengabaian hukum internasional. Serta tindakan sejumlah negara adidaya yang merugikan negara-negara yang lemah secara militer dan ekonomi.

”Kardinal juga memandang perlunya membangun gerakan bersama untuk menghentikan perang ekonomi,” ucapnya. ”Karena menimbulkan penderitaan umat manusia, termasuk anak-anak dan perempuan.”

Pertemuan tersebut juga dihadiri Rev. Fr. Markus Solo, S.V.D., Sekretaris Dicastery for Interreligious Dialogue sebagai pastor asal Flores, Indonesia. Kehadiran Markus Solo menjadi jembatan komunikasi penting, karena latar belakang sebagai WNI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....