Trump Ancam Iran, Sebetulnya ini yang Terjadi
- 13 Apr 2026 23:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Publik dunia menyoroti ancaman Presiden AS Donald Trump pekan lalu terhadap Iran. Hal ini terjadi setelah upaya mediasi oleh Pakistan, pada, Sabtu 11 April 2026 kemarin dinyatakan gagal. Spekulasi pun berkembang yang menduga AS akan menempuh langkah keras terhadap Iran.
Pakar Diplomasi dan Hubungan Internasional UMY, Dr. Ratih Herningtyas menilai, pernyataan Presiden Donald Trump tidak dapat dimaknai secara literal sebagai rencana aksi militer penuh. Ia melihatnya sebagai bentuk diplomasi koersif, yang mengandalkan tekanan psikologis dan politik.
”Trump dalam konteks Iran hari ini banyak mengeluarkan pernyataan yang sifatnya ancaman,” ucapnya, Senin, 13 April 2026. ”Tapi belum tentu itu benar-benar akan dilakukan.”
Menurut Ratih, keputusan sebesar penghancuran total Iran, tidak mungkin diambil tanpa pertimbangan matang. Ada berbagai faktor yang akan menjadi penghambat, mulai dari kalkulasi politik hingga konsekuensi ekonomi dan posisi global Amerika Serikat.
Sehingga dapat dikatakan, ancaman tersebut lebih berfungsi sebagai alat tawar untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan. Sekaligus menjaga citra dominasi Amerika di kancah internasional.
”Pasti ada kalkulasi politik dan ekonomi yang sangat hati-hati, penghancuran total itu tidak akan dilakukan,” katanya. ”Tetapi itu penting sebagai bargaining untuk menggiring opini.”
Meski ancaman tersebut dinilai sebagai strategi tekanan, situasi di lapangan tetap menunjukkan potensi eskalasi. Tidak menutup kemungkinan tetap akan ada aksi militer terbatas, dan menjadi sinyal peningkatan tekanan terhadap Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....