DPD RI Imbau Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan Pasca Gugurnya Prajurit TNI

  • 02 Apr 2026 13:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Daerah Istimewa Yogyakarta Hilmy Muhammad menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI. Di tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tiga prajurit gugur dan di antaranya berasal dari Kulon Progo.

Pria yang karib disapa Gus Hilmy tersebut menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai risiko biasa dari sebuah misi internasional. Negara harus hadir dengan sikap tegas, terukur, dan bermartabat.

“Ini bukan sekadar kabar duka. Prajurit kita berangkat membawa mandat perdamaian dunia, bukan untuk menjadi korban dari situasi yang tidak terkendali. Negara tidak boleh diam. Tidak cukup dengan belasungkawa,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima RRI Kamis, 2 April 2026.

Ia pun mengimbau agar ada jaminan hidup yang jelas, terukur, dan berkelanjutan. “Harus ada sikap tegas dan langkah konkret untuk memastikan keselamatan setiap prajurit yang kita kirim. Jangan sampai pengabdian prajurit kita dibayar dengan kelalaian sistem. Evaluasi total harus dilakukan,” katanya.

Menurutnya pemerintah Indonesia perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan pasukan dalam misi perdamaian. Khususnya di wilayah yang eskalasi konfliknya terus meningkat. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap prajurit harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar komitmen diplomatik.

“Solidaritas itu penting. Tapi keselamatan prajurit adalah tanggung jawab negara yang tidak bisa ditawar. Jangan sampai keputusan strategis diambil lebih karena tekanan moral dan politik, sementara kesiapan operasional belum benar-benar matang,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pemerintah Indonesia untuk tidak gegabah dalam merespons situasi global. Terutama terkait wacana pengiriman pasukan dalam skema Board of Peace (BoP), termasuk ke Gaza Strip.

“Pemerintah harus berpikir sangat matang. Jangan sampai pengiriman pasukan justru menempatkan Indonesia dalam posisi berhadap-hadapan dengan kekuatan lain di kawasan, termasuk Iran yang merupakan negara berdaulat dan memiliki kepentingan langsung dalam konflik tersebut. Ini bukan keputusan sederhana,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....