Indonesia Dorong Strategi Diplomasi Pangan ke Tingkat Global
- 30 Des 2025 13:29 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Kementerian Luar Negeri RI mendorong visi ambisius melalui diplomasi pangan. Upaya tersebut dirancang, untuk mengangkat posisi Indonesia sebagai pemain utama ketahanan pangan dunia pada 2045.
Target utamanya, menempatkan Indonesia dalam 15 besar Global Food Security Index. Ini sejalan dengan visi Indonesia, sebagai negara dengan PDB terbesar kelima di dunia dan untuk meningkatkan ekspor pangan bernilai tambah tinggi.
”Serta menjadikan Indonesia sebagai bagian dari solusi isu pangan global,” kata Prakoso Wicaksono selaku Diplomat Ahli Madya SKK Amerop Kemlu RI, Selasa (30/12/2025).
Ia juga menjelaskan, ketahanan pangan Indonesia bersifat multidimensional dan merupakan isu keamanan manusia sekaligus keamanan nasional. Namun, hal itu juga dipengaruhi situasi geopolitik global salah satunya konflik internasional.
”Sehingga semakin memperburuk kerentanan struktural Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan,” katanya.
Maka, Indonesia memiliki sejumlah rekomendasi strategis sebagai landasan kebijakan luar negeri. Pertama, Diversifikasi Sumber Daya dan Teknologi, yang menekankan perlunya diversifikasi pasokan pangan, percepatan inovasi domestik.
Kedua, Mitigasi Risiko Geopolitik, yakni mendorong Indonesia lebih proaktif dalam mengantisipasi dampak perubahan geopolitik terhadap rantai pasok global. ”Rekomendasi diplomasi juga disampaikan untuk berbagai kawasan dunia,” ucapnya.
Di Amerika Utara, Indonesia memperkuat diplomasi teknologi pertanian dan pengembangan hasil pangan. Kemudian di Brazil, didorong diplomasi investasi pertanian serta kontrak jangka panjang untuk komoditas strategis.
Di Eropa, difokuskan pada diplomasi terkait teknologi pertanian modern, seperti precision farming, smart farming dan mobile vertical farming. Sementara di Asia, Indonesia memperluas sumber bibit tanaman gandum dari negara-negara nontradisional seperti Kazakhstan dan Belarusia.
”Sekaligus mengadopsi teknologi mekanisasi serta varietas tanaman tahan iklim ekstrem,” ucapnya.
Melalui pendekatan diplomasi pangan yang lebih komprehensif, Prakoso berharap, Indonesia dapat membangun jalur pasokan yang lebih tangguh, mendorong investasi berkelanjutan, serta memperkuat peran di tata kelola pangan global. (r-ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....