Pemerintah Indonesia Jalankan Diplomasi Bahasa di Norwegia
- 30 Jun 2025 23:14 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Oslo: Penutupan program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Musim Semi Tahun 2025 di Oslo menandai bukan akhir dari pembelajaran BIPA. Namun, keberlanjutan perjalanan bahasa Indonesia menuju panggung global harus didukung penuh oleh pemerintah, para pengajar, dan mitra internasional.
Bahasa adalah jembatan diplomasi dan persahabatan antarbangsa. Internasionalisasi bahasa Indonesia merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.
Pasal 44 undang-undang tersebut menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban meningkatkan fungsi bahasa Indonesia secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin.
Ia menyebut, kedudukan bahasa Indonesia saat ini semakin kuat secara global. Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO adalah momentum strategis dan merupakan pengakuan internasional atas peran bahasa Indonesia di dunia.
”Ini menjadi modal penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya,” ucapnya ketika menutup Program Pembelajaran Kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Musim Semi 2025 di Oslo secara daring.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pengajaran BIPA telah tersebar di 57 negara, dengan ratusan lembaga mitra dan ribuan pemelajar aktif setiap tahunnya. Badan Bahasa terus berupaya memberikan fasilitasi dan layanan terbaik, termasuk melalui pengiriman pengajar BIPA secara langsung maupun daring. (r-ws)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....