ASEAN Perlu jadi Mediator Kunci Konflik India-Pakistan

  • 31 Mei 2025 20:47 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Konflik yang terjadi antara India dan Pakistan dapat memicu ketidakstabilan regional, bahkan hingga memengaruhi hubungan antar negara di Asia. Beberapa ahli pun mengkhawatirkan kemungkinan adanya perag senjata nuklir.

Untuk menghindari hal tersebut, Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) perlu menjadi mediator kunci dalam menangani konflik India-Pakistan ini. Hal tersebut disampaikan oleh pakar keamanan regional sekaligus dosen National University of Singapore (NUS), Prof. Bilveer Singh, Ph.D.

Bilveer menyampaikan pemaparannya tersebut dalam acara kuliah tamu “The 5th India-Pakistan War and Impact to Asia”, yang diselenggarakan oleh Progam Studi (Prodi) Magister Hubungan Internasional UMY. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Pascasarjana UMY, Selasa(27/5/2025).

Bilveer, yang dikenal sebagai ahli isu keamanan dan terorisme di Asia Tenggara, memberikan analisis mendalam mengenai potensi dan dampak konflik militer antara India dan Pakistan. Khususnya dalam skenario perang kelima, serta implikasinya terhadap stabilitas dan dinamika keamanan di kawasan Asia.

Ia menekankan pentingnya memahami faktor-faktor penyebab ketegangan India-Pakistan, serta bagaimana konflik ini dapat memicu ketidakstabilan regional dan memengaruhi hubungan antarnegara di Asia. Ia pun khawatir senjata nuklir memungkinkan untuk digunakan kedua negara, yang pastinya melanggar prinsip humaniter.

“Tidak bisa dipungkiri, kedua negara menggunakan terorisme sebagai senjata proxy. Satu yang saya takutkan, penggunaan senjata nuklir atau aktivitas nuclear exchange,” katanya.

Jika perang nuklir betul-betul terjadi, tidak hanya 1.7 miliar penduduk India dan Pakistan yang akan terhapus dari bumi, tapi penduduk kawasan Asia juga akan terdampak. (r-ws)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....