Tarif Trump Bentuk Proteksionisme AS

  • 29 Apr 2025 20:11 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Kebijakan tarif Trump dianggap sebagai langkah radikal, untuk melakukan pembenaran proteksionisme dengan slogan America First. Pakar Ekonomi Politik Internasional UMY Profesor Faris Al-Fadhat menilai, kebijakan Trump menyasar Tiongkok sebagai target pertama.

”Namun kini hampir semua negara kena imbasnya. AS menerapkan tarif impor sebesar 10 persen secara menyeluruh, dan angka ini juga terus berubah-ubah,” ujar Faris Al-Fadhat melalui siaran pers tertulis, Selasa (29/4/2025).

Saat ini, Indonesia juga ikut terkena dampak tarif Trump, ketika mengenakan tarif 32 persen terhadap produk etanol dari AS. Negara adidaya itu langsung membalas dengan tarif serupa untuk seluruh produk impor dari Indonesia.

“Inilah yang disebut resiprokal. Akibatnya? Perlambatan ekonomi, inflasi naik, dan tekanan global yang juga dirasakan Indonesia,” ujarnya.

Dalam perspektif geopolitik, kebijakan Trump mencerminkan sikap unilateralisme AS yang semakin kuat sejak 2017. Apalagi, AS telah menarik diri dari berbagai kesepakatan global, seperti Perjanjian Paris dan keanggotaan WHO. (r-ws)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....