Pencemaran Air Sungai Masih Jadi Tantangan di Sleman
- 26 Jul 2026 14:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat pencemaran air sungai masih menjadi tantangan yang dihadapi di wilayah tersebut. Sejumlah aktivitas diduga menjadi menjadi sumber pencemaran sungai di wilayah tersebut.
Sekretaris DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menyampaikan secara umum kondisi sungai di Kabupaten Sleman masih menghadapi berbagai tantangan. “Dari hasil identifikasi dan inventarisasi sumber pencemar sungai, sumber pencemaran berasal dari berbagai aktivitas,” ucapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Sugeng menjelaskan, sumber pencemaran tersebut di antaranya berasal dari limbah domestik rumah tangga, usaha peternakan, kegiatan usaha dan industri, sampah yang dibuang ke sungai, serta limpasan kegiatan pertanian.
Ia menambahkan, pada musim kemarau, debit sungai yang menurun menyebabkan konsentrasi pencemar meningkat sehingga kualitas air lebih mudah menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan sejumlah langkah strategis.
Di antaranya, pemantauan kualitas air secara rutin, pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha agar memenuhi ketentuan lingkungan, serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran.
Selain itu, DLH Sleman meningkatkan edukasi pengelolaan limbah domestik dan pengurangan sampah, mendorong penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan, melaksanakan pemulihan sungai dan perlindungan mata air, serta memperkuat kolaborasi bersama Forum Komunikasi Sungai Sleman (FKSS).
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan susur sungai, aksi bersih sungai, edukasi masyarakat, dan pelaporan dini apabila ditemukan indikasi pencemaran. “Ke depan, kami ingin memperkuat pendekatan pencegahan, karena menjaga sungai jauh lebih efektif daripada memulihkan sungai yang sudah tercemar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....