Yudi Arto Minta Jajarannya Matangkan Pemenuhan Data Dukung Manajemen Risiko 2026

  • 25 Jun 2026 01:26 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY menggelar rapat internal untuk mematangkan persiapan pemenuhan data dukung manajemen risiko di lingkungan kantor wilayah tahun 2026. Rapat yang berlangsung di Ruang Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum pada Selasa, 23 Juni kemarin, difokuskan pada inventarisasi pengguna laptop dan PC, sinkronisasi data pegawai, serta evaluasi aplikasi Tertib Aset (TEBAS) Barang Milik Negara (BMN).

Rapat yang dimulai pukul 09.15 - 10.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabag TUM), Yudi Arto. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Tim Teknologi Informasi (TI) yang serta Tim Pengelola Keuangan dan BMN. Pembahasan menyeluruh dilakukan untuk memastikan seluruh data pendukung manajemen risiko terkelola dengan baik dan akurat.

"Inventarisasi pengguna Laptop dan PC Unit akan dilakukan melalui aplikasi TEBAS BMN. Tim IT akan melakukan update data pegawai melalui sinkronisasi data di Aplikasi SIKAP," ujar Yudi Arto dalam arahannya.

Yudi menegaskan, sinergi antar unit ini menjadi kunci utama untuk menghasilkan data yang valid dan terintegrasi. Setelah data pengguna laptop dan PC di setiap unit berhasil disinkronkan dengan aplikasi TEBAS BMN, langkah selanjutnya adalah memberikan data pengguna secara langsung kepada pihak yang bersangkutan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan akuntabilitas penggunaan aset negara yang dipinjam pakai oleh setiap pegawai. Seluruh proses pemenuhan data dukung ini ditargetkan rampung pada bulan Juli 2026 .

Yudi Arto menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kanwil Kemenkum DIY dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset negara. "Kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap data dukung yang disusun selaras dengan fakta di lapangan. Ini adalah wujud tanggung jawab kita dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kinerja di wilayah," ucapnya.

Rapat yang berlangsung lancar ini kemudian ditutup dengan penekanan pada target waktu yang telah disepakati untuk optimalisasi manajemen risiko di tahun 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....