Prioritaskan Kenyamanan Wisatawan, Sleman Antisipasi Tarif Tak Wajar

  • 24 Jun 2026 17:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengantisipasi praktik tarif parkir maupun harga makanan yang tidak wajar selama masa liburan sekolah. Antisipasi tersebut dilakukan melalui surat edaran Kepala Dinas kepada pengelola destinasi wisata dan pelaku usaha pariwisata di Sleman.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto menjelaskan dengan surat edaran tersebut, diharapkan dapat mencegah praktik nuthuk yang berpotensi menggangu kenyamanan wisatawan.

Kus menyebut pelaku usaha diperbolehkan melakukan penyesuaian harga. Namun, kenaikan harga harus dilakukan secara wajar dan disertai informasi yang jelas kepada pengunjung.

“Naik boleh ya, tapi yang wajar-wajar saja dan harus terpampang. Jangan tiba-tiba tidak ada tulisannya. Misalnya makan pecel kok Rp100 ribu, itu kan ngawur,” kata Kus saat dihubungi.

Ia menegaskan, pengalaman wisata yang baik menjadi salah satu faktor penting agar wisatawan kembali berkunjung ke Sleman. Karena itu, selain menjaga kewajaran tarif, pengelola destinasi juga diminta memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan.

Sementara itu, salah seorang warga Sleman, Davi, menilai penerapan tarif tertentu di kawasan wisata merupakan hal yang wajar selama dilakukan secara transparan dan tidak berlebihan. Sebagai wisatawan, ia menginginkan kepastian biaya sehingga dapat berlibur dengan nyaman.

“Sebagai wisatawan kami tentu ingin berlibur dengan nyaman tanpa khawatir adanya biaya atau dikenai tarif yang ditambah-tambah atau berlebihan,” ujarnya.

Davi berharap pengawasan terhadap praktik tarif di destinasi wisata dapat dilakukan secara maksimal. Menurutnya, dengan tidak adanya praktik nuthuk citra pariwisata Sleman tetap terjaga dan memberikan pengalaman yang baik bagi para pengunjung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....