Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Pemda DIY Kurangi Penggunaan Mobil Dinas
- 11 Jun 2026 10:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kenaikan harga BPM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp16.250 per liter, mengharuskan Pemda DIY berhemat. Sebab mayoritas kendaraan dinas, berbahan bakar Pertamax.
Kepala Biro Umum dan Protokoler, Setda DIY Teguh Suhada memilih mengurangi penggunaan kendaraan dinas, untuk memangkas pembengkakan biaya operasional. Terutama saat harus mengikuti kegiatan dinas luar kantor.
”Penggunaan mobil dinas hanya di kegiatan yang sangat penting, misalnya mendampingi Bapak Gubernur,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 11 Juni 2026. ”Biasanya ada dua mobil protokol, nah ini kami jadikan satu, jadi nggak sendiri-sendiri lagi karena anggaran terbatas.”
Pembatasan kendaraan juga diterapkan, ketika ada kunjungan pejabat pusat. Jika biasanya kunjungan tamu kementerian mendapat fasilitas lima unit kendaraan, maka saat ini jumlahnya dikurangi, termasuk bahan bakar ditanggung pengguna.
Saat ini, dampak dari kenaikan harga Pertamax belum bisa terbaca secara menyeluruh. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Endang Triwah Yuningsih, masih terus memantau dinamika yang terjadi di masyarakat.
”Ya kita lihat nanti seperti apa, di bulan depan baru bisa kita lihat pengaruhnya,” ucapnya. ”Tapi berpijak pada pengalaman, administer price seperti listrik dan BBM pengaruhnya cukup besar, tapi seberapa besarnya kita lihat nanti.”
Tetapi yang jelas, kenaikan harga BBM biasanya akan memicu kenaikan berantai pada biaya produksi barang dan proses distribusinya. Sebab menurut Endang, energi masih jadi urat nadi perekonomian secara nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....