Peringati Kembalinya Jogja, Disbud Sleman Gelar Sarasehan dan Sosiodrama Sejarah

  • 06 Jun 2026 23:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan menggelar Peringatan Hari Bersejarah Kembalinya Jogja melalui sarasehan sejarah dan pentas sosiodrama pada 23 Juni 2026 di Museum Monumen Yogya Kembali.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Joko Dwi Haryadi mengatakan peringatan tersebut dirancang sebagai media edukasi publik yang mengedepankan pendekatan sejarah yang partisipatif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Kegiatan ini akan diselenggarakan di Monumen Yogya Kembali dalam bentuk sarasehan sejarah dan pentas sosiodrama sejarah,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar, Kamis 4 Juni 2026.

Sarasehan sejarah tersebut akan menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi, budayawan, dan pegiat sejarah maupun museum.

Mereka akan membahas sejumlah tema, di antaranya Kembalinya Jogja dalam Perspektif Sejarah Perjuangan dan Diplomasi Indonesia, Merawat Memori Kolektif Bangsa melalui Budaya dan Keteladanan, serta Museum dan Komunitas Sejarah sebagai Ruang Belajar Kebangsaan.

Selain sarasehan, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan pentas sosiodrama yang mengangkat peristiwa Kembalinya Jogja sebagai simbol kemenangan diplomasi dan perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Untuk pementasan tersebut, Dinas Kebudayaan Sleman menggandeng Komunitas Yogyakarta 45, sebuah komunitas yang aktif dalam pelestarian sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Kita akan menggandeng Komunitas Yogyakarta 45 yang merupakan wadah pergerakan dengan kegiatan pelestarian sejarah perjuangan bangsa, terutama di Kabupaten Sleman,” kata Joko.

Sosiodrama akan menampilkan berbagai peristiwa penting, mulai dari situasi Yogyakarta pasca Agresi Militer Belanda II, perjuangan diplomasi Indonesia di tingkat internasional, dukungan rakyat Yogyakarta terhadap Republik Indonesia, hingga kembalinya pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta. Pementasan juga akan menghadirkan refleksi nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan nasionalisme yang relevan bagi generasi masa kini.

Joko berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wisata edukasi sejarah selama masa liburan sekolah. Sasaran utama kegiatan adalah pelajar tingkat SMP dan SMA, namun juga terbuka bagi mahasiswa, guru sejarah, komunitas sejarah, serta pegiat seni dan budaya.

“Harapan kami nanti bisa mendukung wisatawan khususnya anak-anak remaja gitu bisa bisa menikmati liburan di Jogja,” ujarnya.

Melalui sarasehan dan sosiodrama Kembalinya Jogja, Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman berharap masyarakat semakin mengenal sejarah perjuangan bangsa, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kebangsaan, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....