Danang Sebut Olahraga Tradisional sebagai Media Edukasi dan Pelestarian Budaya
- 09 Mei 2026 13:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sleman menggelar lomba olahraga tradisional di Lapangan Pemda Sleman, Sabtu, 9 Mei 2026, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat.
Sebelum perlombaan dimulai, seluruh panitia dan peserta mengikuti apel yang dipimpin oleh WakilBupati Sleman, Danang Maharsa. Para peserta tampak mengenakan pakaian tradisional, yakni kebaya bagi perempuan dan lurik untuk laki-laki.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Sleman, Danang mengatakan olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga bagian penting dari identitas bangsa yang mengandung nilai sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, serta ketahanan mental yang dibalut semangat kebersamaan.
Menurutnya, di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, olahraga tradisional menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.
“Kegiatan seperti ini juga sangat penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Danang menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terhadapa olahraga tradisoanl menunjukkan warga Sleman masih menjunjung kebudayaan, kebersamaan, dan kearifan lokal. Lebih lanjut, ia menilai olahraga tradisional memiliki keunikan karena lahir dari kehidupan masyarakat dan tumbuh bersama nilai sosial daerah.
Permainan tradisional dinilainya tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga melatih kekompakan, strategi, kecerdasan sosial, dan semangat kebersamaan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya membangun kesehatan jasmani, melainkan juga mempererat persaudaraan dan ikatan sosial antarwarga.
Danang menekankan menang atau kalah bukan menjadi tujuan utama dalam perlombaan tersebut. “Yang paling penting adalah menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mempererat tali silaturahmi antar masyarakat maupun peserta lomba,” ucapnya menegaskan.
Dalam apel tersebut, Danang memukul kentongan sebagai simbol dibukanya lomba kemudian dilanjutkan dengan penyerahan egrang kepada Ketua KORMI Sleman, Suparman, yang selanjutnya diserahkan kepada perwakilan juri. Apel ditutup dengan ekspedisi benthik dan penampilan tari kolosal.
Sementara itu, Suparman mengatakan lomba diikuti perwakilan 17 KORMI kapanewon, COOM anggota penuh KORMI, serta pegiat dan komunitas olahraga masyarakat di Kabupaten Sleman dengan total 635 peserta.
Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi dengan antusias dan gembira dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Suparman menyebut persipan kegiatan tersebut dilakukan dalam waktu yang singkat.
“Persiapannya sangat mepet, kurang lebih hanya dua minggu. Namun alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi, didukung KORMI kapanewon dan COOM, sehingga kegiatan hari ini dapat berjalan dengan baik. Kami akan terus berupaya memaksimalkan dan menyukseskan acara,” katanya.
Adapun cabang yang dilombakan meliputi balap egrang putra dan putri, balap bakiak putra dan putri, serta balap karung putra dan putri. Para peserta memperebutkan juara 1, 2, 3, serta harapan 1 dan 2 dengan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....