Persiapkan Masa Purna Bakti, Insan Pengayoman DIY Diberi Bekal Penting
- 24 Apr 2026 00:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY menunjukkan kepedulian dan apresiasi setinggi-tingginya bagi jajaran pegawai yang akan memasuki masa purna tugas. Melalui kegiatan pembekalan bertajuk "Pengabdian dalam Dimensi Baru, Sehat, Bahagia, dan Sejahtera", jajaran pengelola kepegawaian dan calon purnabakti mengikuti arahan strategis guna mempersiapkan transisi masa pensiun yang bermartabat.
Kegiatan yang diikuti secara virtual dari Aula Kanwil ini merupakan tindak lanjut arahan Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal untuk memastikan setiap calon purnabakti dari Insan Pengayoman di DIY memiliki kesiapan mental, fisik, hingga finansial sebelum memasuki TMT pensiun pada 1 Mei 2026.
Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto, menegaskan, pemenuhan hak-hak pegawai yang memasuki masa pensiun adalah prioritas layanan kepegawaian di wilayah. Ia menginstruksikan jajaran Bagian Tata Usaha untuk mengawal setiap proses administrasi agar para calon purnabakti mendapatkan kepastian haknya tepat waktu.
"Kami memastikan bahwa negara hadir memberikan apresiasi terbaik bagi para pengabdi. Ia instruksikan agar seluruh koordinasi dengan mitra terkait, seperti PT Taspen, dipastikan berjalan lancar sehingga gaji pensiun pertama dan Tabungan Hari Tua (THT) sudah terbayarkan per 1 Mei mendatang. Masa purna tugas harus menjadi fase yang membahagiakan, dan kami di Kanwil DIY siap memfasilitasi setiap kebutuhan administrasi yang diperlukan agar proses transisi ini berjalan tanpa kendala," ujar Agung.
Ia juga mengapresiasi dukungan mitra kerja yang menyediakan layanan tambahan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, yang menurutnya sangat membantu menjaga kesejahteraan para pensiunan.
Dalam arahan pusat, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum menekankan pentingnya manajemen diri dalam menghadapi dimensi baru pengabdian. Terdapat tiga hal krusial yang harus dijaga: kesehatan mental melalui komunitas yang positif, kesehatan fisik dengan rutin berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari, serta kesehatan fiskal melalui pengelolaan keuangan yang bijak.
Melalui kolaborasi strategis dengan PT Taspen, para calon purnabakti mendapatkan kepastian serta solusi mengenai prosedur teknis pembayaran pensiun yang bersumber dari APBN. Dalam pelaksanaannya, ketepatan distribusi gaji didukung oleh sistem otentikasi digital berupa prosedur absen mandiri yang dilakukan setiap tanggal 1 hingga 15 melalui perangkat seluler.
“Selain kepastian administratif, para purnabakti juga dimanjakan dengan layanan prima dari mitra Taspen yang menyediakan fasilitas sarapan serta pemeriksaan kesehatan gratis pada setiap awal bulan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan dan kesehatan para purna tugas di masa depan,” ucapnya, Selasa, 21 April kemarin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....