E-Kunker DPRD Jogja Diluncurkan, Dongkrak Promosi Pariwisata hingga UMKM

  • 31 Jul 2026 09:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta resmi meluncurkan inovasi aplikasi pelayanan penerimaan tamu kunjungan kerja bernama E-Kunker DPRD Jogja. Aplikasi ini dikembangkan untuk mengintegrasikan layanan administrasi kunjungan kerja dengan promosi potensi lokal, mulai dari kampung wisata hingga produk UMKM di dalamnya.

Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Yogyakarta, Antonius Bambang Agung Adrijanto mengatakan, aplikasi ini merupakan bentuk transformasi dari sistem terdahulu, yaitu E-Dayohe Teko. Berbeda dari sistem lama yang hanya berfokus pada administrasi internal dan bersifat parsial, E-Kunker dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Jadi sebetulnya ini pengembangan aplikasi, yang awal itu ada E-Dayohe Teko, itu sudah terintegrasi dengan JSS. Cuman aplikasi E-Dayohe Teko itu masih bersifat standar, artinya kepentingannya hanya untuk kepentingan kami, Sekretariat DPRD, dan tamu yang berkunjung, nah ini kan kemanfaatannya kan tidak ada sama sekali," katanya seusai peluncuran E-Kunker DPRD Jogja, di DPRD Kota Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Antonius Bambang mengungkapkan, jumlah kunjungan kerja dari berbagai Kabupaten Kota se-Indonesia di Kota Yogyakarta setiap tahunnya menjadi peluang untuk mempromosikan potensi-potensi Kampung Wisata dan UMKM. Berdasarkan data periode 2024–2025, tercatat sebanyak 281 DPRD Kabupaten/Kota melakukan kunjungan kerja dengan total peserta mencapai kurang lebih 40.000 orang.

"Adanya E-Kunker DPRD Jogja ini menjadi media promosi untuk memperkenalkan potensi kampung wisata dan produk-produk UMKM, serta seni budaya dan berbagai keunggulan Kota Yogyakarta. Dengan demikian, setiap kunjungan kerja tidak hanya menghasilkan pertukaran informasi pemerintahan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal," ucapnya.

Antonius Bambang menyebutkan, dari 45 Kampung Wisata ada 25 Kampung Wisata yang akan menjadi penerima tamu kunjungan kerja. Di mana data sementara sudah ada 11 Kampung Wisata yang telah menerima tamu kunjungan.

"Ini data terakhir kemarin 11 kampung wisata yang sudah kami kunjungi itu omset penjualan UMKM mencapai 90 juta lebih. Ini kan potensi yang luar biasa. Aplikasi ini akan terus dikembangkan," ujarnya.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi model pelayanan publik yang adaptif dan kolaboratif, tetapi juga mampu secara konsisten meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis wilayah di Kota Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....