Diskon Tarif Transportasi Didukung Penuh Sofwan Dedy Ardyanto

  • 29 Mei 2026 13:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Untuk terus menggeliatkan perekonomian nasional, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan yang bertujuan memberi stimulus kepada masyarakat. Salah satunya adalah paket stimulus ekonomi di sektor transportasi publik.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto usai Rapat Koordinasi Terbatas (Raportas) terkait Pembahasan Evaluasi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Penyiapan Paket Stimulus Triwulan II, Selasa, 26 Mei kemarin, menyebutkan, pemerintah siap mengucurkan anggaran Rp190,5 miliar untuk stimulus sektor transportasi. Ditargetkan anggaran itu dapat menjangkau 3.074.899 orang penerima manfaat.

Langkah pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari Sofwan Dedy Ardyanto. Anggota Komisi V DPR RI itu mengacungi jempol kebijakan paket stimulus ekonomi untuk sektor transportasi publik.

"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi ini akan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” kata Sofwan, Jumat, 29 Mei siang.

Sofwan menilai kebijakan tersebut bakal mendorong mobilitas publik sekaligus meningkatkan konsumsi kelas menengah di tengah perlambatan atau kelesuan ekonomi saat ini.

“Apalagi ini diberlakukan saat musim liburan, ketika secara psikologis, naluri untuk konsumtif sedang tinggi,” ujar legislator dari Dapil VI Jawa Tengah ini.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai, dengan stimulus yang nantinya diwujudkan dalam bentuk diskon tiket moda transportasi publik tersebut, dapat membuat masyarakat kelas menengah berkesempatan untuk melakukan mobilitas di masa liburan.

"Dari informasi yang saya peroleh, stimulus ini diharapkan akan dapat menggerakkan jutaan kelas menengah untuk melakukan perjalanan dan belanja konsumsi. Setidaknya, kebijakan ini bisa mendongkrak lagi daya beli yang merosot," ucapnya.

Diskon tarif tiket yang diberikan, di antaranya seperti untuk diskon kereta api sebesar 30 persen, tarif kapal Pelni di musim libur sekolah dan Nataru, insentif PPN tiket penerbangan kelas ekonomi rute domestik.

Selain itu, ada pula insentif berupa gratis tarif jasa kepelabuhanan untuk jalur penyeberangan yang dilayani oleh PT ASDP, dan juga diskon airport tax PJP2U dan PJP4U masing-masing sebesar 50 persen.

“Jadi saya tekankan, kondisi ketahanan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada stabilitas belanja konsumsi kelas menengah. Diskon dan insentif di sektor transportasi ini, menurut saya, salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ucap Sofwan, mengapresiasi kebijakan terbaru pemerintah itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....