Murid SMK Bisa Munculkan Kompetensi Secara Digital
- 26 Agt 2026 19:59 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, meluncurkan Ekosistem DigiSkillBadge. Langkah ini untuk merespon perkembangan teknologi digital dan dinamika kebutuhan dunia kerja.
Kehadiran DigiSkillBadge, sejalan dengan Asta Cita Nomor 4. Yaitu penguatan pembangunan SDM, sains, dan teknologi. Sekaligus mendorong digitalisasi pendidikan, serta memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Dirjend Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin menegaskan, pendidikan vokasi berperan penting menyiapkan murid SMK. Baik dengan keterampilan, pengalaman, dan karya nyata sebagai bagian dari portofolio mereka.
”Jangan menunggu lulus sekolah, untuk mulai membangun reputasi profesional,” katanya, Rabu, 26 Agustus 2026. ”Harus dimulai sejak sekarang karena setiap proyek, sertifikat, pengalaman magang, dan karya adalah bagian dari cerita tentang siapa kalian.”
DigiSkillBadge adalah jawaban untuk mewadahi kompetensi dan portofolio murid SMK, yang dapat dibuktikan, dipercaya, dan dapat dilihat. Tentu saja biisa dibawa ke mana saja, dan akan terhubung dengan dunia industri.
Tatang juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang perihal dokumentasi, yang bukan sekadar urusan administrasi. Sebab, rekam jejak digital adalah jembatan dari ruang kelas, yang akan dibawa menuju dunia kerja.
Melalui momentum ini, ia juga mengajak seluruh mitra dunia usaha dan dunia industri untuk membuka pintu seluas-luasnya dalam menemukan talenta terbaik murid SMK. Kolaborasi lintas sektor yang solid akan sangat membantu.
”Dalam menghadirkan pendidikan vokasi nasional yang tidak hanya bermutu,” ujarnya. ”Namun juga menyiapkan talenta Indonesia yang kompeten, berkarakter, percaya diri, dan siap menaklukkan masa depan.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....