Indonesia Butuh Industrialisasi Kebencanaan

  • 08 Mei 2026 16:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong para akademisi dan peneliti, untuk mengubah orientasi riset. Hasil penelitian mereka harus berdampak praktis bagi masyarakat.

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo mendorong terwujudnya visi industrialisasi kebencanaan. Hasil riset pakar harus berbasis kebutuhan, agar selaras dengan kegiatan penanggulangan bencana.

”Visi industrialisasi kebencanaan, menuntut terciptanya sebuah ekosistem,” katanya, Jumat, 8 Mei 2026. ”Yaitu inovasi teknologi, pendidikan, serta riset dasar dan terapan berkembang mandiri dan berkelanjutan, bukan sekedar program musiman.”

Ia mengapresiasi Pertemuan Tahunan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia di UMY. Kegiatan ini memiliki posisi strategis sebagai pilar yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan berbasis data kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Namun Andre mengingatkan, tantangan masa depan tidak bisa dipanggul sendirian oleh pemerintah. Kerja kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, masyarakat sipil, hingga sektor swasta menjadi syarat mutlak.

Namun, penanggulangan bencana bukanlah akhir dari tujuan yang ingin dicapai berbagai pihak di Indonesia. Karena hal itu merupakan sebuah proses yang harus dilakukan secara dinamis, terus-menerus, dan berkesinambungan.

”Semangat gotong royong harus terus diperbarui,” ucapnya. ”Agar langkah-langkah mitigasi bencana di Indonesia, menjadi bagian dari budaya masyarakat agar tercipta masyarakat yang tangguh terhadap resiko yang timbul.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....