Kebijakan Pendidikan Butuh Dukungan Media Massa

  • 03 Mar 2026 23:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ingin menguatkan sinergi dengan media massa. Langkah ini untuk memastikan, program dan kebijakan pendidikan tersampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan peran Catur Pusat Pendidikan. Yaitu dalam mendukung pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menyampaikan apresiasi kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Sebab selama ini, mereka konsisten membersamai kementerian dalam menyebarluaskan berbagai informasi dan kebijakan pendidikan.

”Karena peran media massa, kami dapat mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan apa yang perlu kami tindak lanjuti,” ujarnya melalui siaran pers tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.

Suharti juga memastikan, Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu program yang terus diperkuat implementasinya. Sejak diluncurkan pada 2015, cakupan PIP terus meningkat secara signifikan.

”Jika sebelumnya hanya beberapa juta (penerima) saja, akhirnya (pada tahun) kemarin mencapai sekitar 17,9 juta penerima,” ujarnya. ”Jumlah satuan pendidikan penerima juga naik dari 1 juta menjadi 1,8 juta satuan pendidikan.”

Mulai tahun 2026, Kemendikdasmen memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kebijakan ini bagian dari komitmen pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengikuti PAUD.

Rekomendasi Berita