Kemendikdasmen Lakukan Survei Program MBG, Ini Hasilnya
- 20 Feb 2026 07:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berdampak positif terhadap para siswa di sekolah. Sesuai hasil survey evaluasi Kemendikdasmen, asupan MBG menghilangkan rasa lapar, sehingga siswa bisa lebih konsentrasi dan fokus dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Dari 1,2 juta responden murid secara nasional di sekolah-sekolah penerima MBG menunjukkan, penurunan gangguan belajar akibat lapar lebih besar 2,37 poin. Capaian itu dibandingkan sekolah yang belum menerima program MBG.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut, di wilayah Indonesia Timur, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG sekitar 14,85 poin persentase. Kebijakan ini, menjadi strategi jangka panjang.
”Intervensi gizi melalui program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar murid,” katanya melalui siaran pers tertulis, Jumat, 20 Februari 2026. ”Tetapi juga memperkuat kesiapan para siswa, dalam mengikuti pembelajaran di kelas.”
Melalui program MBG kata Abdul Mu’ti, Presiden Prabowo Subianto sedang menyiapkan generasi 2045. Yaitu, mereka yang masih duduk di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh lebih optimal.
”Yaitu menjadi generasi masa depan yang tumbuh sehat, cerdas, juga kuat secara fisik maupun mental.” Katanya.
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, melakukan pemilihan responden survey dampak MBG, melaui pendekatan systematic sampling. Cara ini untuk memastikan, hasil evaluasi yang mewakili kondisi sebenarnya.
”Sekolah pelaksana MBG kami pilih acak, dengan memastikan memiliki data awal dan akhir yang memadai,” katanya. ”Setelah itu, kami padankan dengan sekolah yang belum mendapat MBG dengan jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang relatif sama.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....