Sempat Kelelahan di Armuzna, Jemaah Bantul Dibantu Kursi Roda oleh Wamen
- 30 Mei 2026 13:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jemaah haji yang tergabung dalam Kloter YIA 7, terdiri dari 5 rombongan Jemaah Aisyiyah Bantul bersama KBIHU Multazam, Rindu Ka'bah, Hajar Aswad, Bina Umat, dan Mandiri, hampir seluruhnya menyelesaikan fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Fase ini dikenal sebagai tahapan paling krusial dan merupakan inti dari seluruh prosesi ibadah haji.
Karom IV, Tri Suyutiyanto mengatakan, rangkaian ibadah diawali tanggal 8 Dzulhijjah untuk mengikuti ibadah sunah Tarwiyah di Mina. Meneladani sunah Rasulullah SAW dalam mempersiapkan perbekalan sebelum bertolak ke Arafah, jemaah telah tiba di Mina satu hari sebelumnya.
"Kegiatan di Mina pada saat Tarwiyah diisi dengan sholat tepat waktu secara Qashar, mendengarkan kultum dan berdzikir," katanya, dalam laporan tertulisnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Rangkaoan ibadah dilanjutkan pada tanggal 9 dzulhijah dini hari, atau Selasa, 26 Mei 2026, para jemaah sudah didorong ke Arafah untuk mengikuti wukuf.
"Ini adalah kegiatan inti haji. Kanjeng nabi dawuh haji adalah arofah. Siapapun harus ke Arafah tidak boleh tidak," ucapnya.
Tri Suyutiyanto menyampaikan, Wukuf di Arafah menjadi rukun wajib haji, bahkan yang sakitpun disafari wukufkan karena merupakan rukun yang harus dijalakan. Jika tidak maka hajinya batal.
Kegiatan wukuf diawali debgan khutbah wukuf, adzan, iqomah Zuhur secara qashor, iqomah Asar secara qashor dan dilanjutkan doa bersama. Khutbah wukuf disampaikan oleh suwardiman anwar huda, adzan abdilah mutaqin dan doa oleh bimbad wiharno.
"Setelah doa bersama kemudian dilanjutkan doa mandiri dan berpasangan bagi suami istri," ujarnya.
Sekitar jam 22.00 WAS, jemaah bergeser ke Musdzalifah untuk mabit atau.bermalam tanpa kasur tanpa tenda, beralas tanah, dan kerikil. Tetapj bagi yang beruntung bisa dapat karpet dan beratapkan langit.
Bagi lansia risti disabilitas dimururkan (hanya dilewatkan) bus berhenti sebentar penumpang tidak boleh turun.
Mendekati jam 04.00 WAS jemaah mulai bergeser ke Mina untuk istirahat menunggu Asar waktu untuk lempar jumroh aqobah, sesudah itu bisa bertahalul. Untuk pria disarankan gundul, karena menurut riwayat didoakan oleh kanjeng nabi 3 kali, sehingga berharap hajinya mabrur.
"Perjalanan lempar jumroh ini dirasakan cukup berat bagi jamaah. Karena medannya naik turun dan pulang pergi hampir 9 km. Sehingga bagi yang lansia, risti dan disabilitas dibadalkan atau diwakili, sah dan tidak harus membayar dam," katanya, menjelaskan.
Tri Suyutiyanto menceritakan, ada satu jamaah asal sanden yg sudah berusia sekitar 65 tahun merasa yakin kuat dan memaksa untuk jalan sendiri. Akhirnya baru separuh perjalanan harus terhenti karena tidak mampu.
Beruntungnya, rombongan jemaah lainnya sigab seperti bu Darsih, bu Jum, dan mas Wahdan segera komunikasi dengan ketua kloter.
"Ndilalahnya pak wamen lewat sehingga segera difadilitasi kursi roda, Alhamdulillah. Matur nuwun mas wamen," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....