Kemenhaj DIY Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Jemaah Calon Haji Kulon Progo

  • 08 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ngadikin Harja Wiyana, jemaah haji asal Salam 2, Plumbon, Kapanewon Temon, Kulon Progo. Almarhum yang tergabung dalam Kloter YIA 1 wafat di RS Al Noor Specialist Hospital, Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (08/05/2026) dini hari pukul 03.00 waktu setempat.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj DIY, Silvia Rosetti, bertakziah ke rumah duka didampingi oleh jajaran PPIH Embarkasi YIA untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Seusai bertakziah, Silvia Rosetti mengungkapkan ll kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar Kemenhaj DIY. Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat mulia mengingat wafatnya saat sedang menjalankan rukun Islam kelima.

"Kami dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Ngadikin. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.

Kasi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah Kantor Kemenhaj Kulon Progo, Kholistin Arifiyani, menjelaskan, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebelum wafat, almarhum diketahui memiliki jadwal aktivitas yang cukup padat di tanah suci.

"Berdasarkan laporan dokter kloter, penyebabnya adalah serangan jantung dan karena kelelahan. Sebelumnya, almarhum sempat mengikuti kegiatan city tour selama dua hari berturut-turut dan melaksanakan umrah sunnah ke Masjidil Haram," ujarnya.

Kholistin menjelaskan, almarhum merasakan sesak napas setelah pulang dari Masjidil Haram. Tim kesehatan kloter kemudian melakukan pemeriksaan EKG sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Al-Noor Makkah. Namun, almarhum akhirnya setelah tiba di rumah sakit.

Sesuai dengan prosedur yang berlaku, jenazah almarhum langsung dimakamkan di Makkah setelah disalatkan di Masjidil Haram. Mengenai hak-hak almarhum, Kholistin memastikan bahwa keluarga akan menerima asuransi sebesar 100 persen dari setoran BPIH. Selain itu, kewajiban ibadah hajinya akan dibadalkan oleh petugas haji di Arab Saudi.

"Istri almarhum yang berangkat bersama tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji. Kami juga sudah mengunjungi rumah duka di Kulon Progo untuk memberikan informasi langsung kepada keluarga," ujarnya.

Sedangkan, Putra pertama almarhum, Khafid Pradana, menjelaskan, kepergian ayahnya meninggalkan duka mendalam namun diiringi rasa ikhlas. Di mata keluarga, almarhum adalah sosok yang baik dan pengayom keluarga. "Bagi kami, Bapak merupakan sosok ayah yang baik, yang selalu perhatian kepada putra-putranya. Beliau adalah sosok pemimpin dan menjadi segalanya buat kami," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....