Persiapan Semakin Matang, DIY Pelopori Embarkasi Haji Berbasis Hotel

  • 06 Feb 2026 14:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui penyediaan embarkasi haji di Yogyakarta International Airport (YIA). Kehadiran embarkasi ini diharapkan menjadi model nasional layanan haji berbasis hotel yang mengedepankan kenyamanan dan profesionalisme.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji RI, Abdul Haris, menyampaikan bahwa DIY tercatat sebagai daerah pertama yang mengimplementasikan konsep embarkasi haji berbasis hotel. Dengan dukungan fasilitas setara layanan perhotelan, sistem ini diharapkan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk terus meningkatkan mutu pelayanan jemaah haji.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dirintis oleh Kemenhaj dan Pemda DIY ini bisa benar-benar terlaksana dan pelayanannya pun dapat semakin baik lagi ke depannya. Dan melalui simulasi seperti ini, bisa semakin meyakinkan dan memberi kepastian bahwa embarkasi haji di DIY ini betul-betul siap, betul-betul mampu memberikan peningkatan terhadap pelayanan haji di DIY,” ucapnya saat Simulasi Kedua Operasional Embarkasi dan Debarkasi Haji 1447 H/2026 M di Hotel Novotel Kulon Progo, Kamis, 5 Februari 2026.

Mewakili Menteri Haji dan Umrah RI, Haris menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan haji, termasuk embarkasi YIA, dilakukan secara serius dan terkoordinasi. Kementerian Haji RI terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak, khususnya Pemda DIY, agar jemaah memperoleh layanan optimal.

“Meski memang masih ada beberapa evaluasi, yang terpenting bagaimana agar embarkasi YIA ini bisa betul-betul dilaksanakan pada pemberangkatan haji 2026 ini. Kami juga berterima kasih kepada Pemda DIY yang sejak awal betul-betul bisa memberi jaminan dapat membantu mewujudkan embarkasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat membacakan sambutan Gubernur DIY, menyampaikan bahwa embarkasi haji memiliki makna lebih dari sekadar titik keberangkatan. Menurutnya, embarkasi adalah representasi kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya.

“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual. Karena itu, tata kelolanya pun harus dijalankan dengan kesungguhan lahir dan batin. Karenanya, simulasi kedua hari ini harus kita maknai sebagai tahap pematangan sistem,” ucapnya.

Ni Made mengungkapkan bahwa simulasi pertama sebelumnya menunjukkan kesiapan operasional mendekati 80 persen. Secara umum, alur penerimaan jemaah, akomodasi berbasis hotel, hingga mobilisasi menuju bandara telah berjalan baik. Meski demikian, masih diperlukan penyempurnaan pada efisiensi layanan, koordinasi antarpersonel, serta penguatan fasilitas bagi jemaah lansia dan kelompok rentan.

“Oleh karena itu, pada simulasi kedua ini, seluruh proses—mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, bea cukai, imigrasi, hingga boarding—harus terintegrasi secara presisi. Tidak boleh ada kebingungan prosedur, tidak boleh ada keterlambatan layanan, dan tidak boleh ada jamaah yang merasa terabaikan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar seluruh rangkaian pelayanan berjalan dalam satu orkestrasi. Pemerintah daerah, kementerian terkait, TNI-Polri, otoritas bandara, hingga relawan diminta bekerja sebagai satu tim dengan standar profesional yang sama.

“Harapan kita sederhana namun mendasar. Ketika operasional penuh dimulai nanti, embarkasi YIA benar-benar siap menjadi contoh pelayanan haji yang tertib, cepat, humanis, dan berkelas nasional. Semoga ikhtiar ini menjadi amal pelayanan yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....