Balita Ditemukan Terikat Lakban di Kamar Kontrakan, AC dan Kipas Masih Menyala
- 04 Jun 2026 07:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Fakta mengejutkan terungkap dari kasus seorang balita yang ditemukan dalam kondisi mulut dilakban serta tangan dan kakinya terikat di kamar kontrakan wilayah Kedaton, Pleret, Bantul. Saat ditemukan oleh warga, kipas angin dan AC di dalam kamar tersebut masih menyala.
Anak pemilik kontrakan sekaligus saksi, Mamat menyatakan, dirinya bersama seorang saksi lainnya membuka paksa jendela kamar tersebut karena mendengar suara tangisan korban pada Senin, 1 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Mamat lalu menyuruh salah satu penghuni kontrakan untuk masuk lewat celah jendela.
“Saya minta tetangga kontrakan untuk masuk karena badannya kecil. Ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan popok dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki, dan mulutnya terikat lakban warna bening,” ucapnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Beruntungnya, posisi lakban yang ada pada mulut korban sedikit terbuka sehingga sang anak bisa menangis. Selain itu, kipas dan AC masih dalam kondisi menyala.
“AC dan kipas saat itu masih menyala dan menghadap ke arah korban. Untung saja kami mengetahuinya,” ujarnya.
Mamat bersama warga lalu mengeluarkan korban dari kamar tersebut. Setelah di luar kamar, ikatan lakban yang ada pada tubuh anak itu dilepaskan.
“Kami keluarkan dulu baru kami lepas semua lakbannya. Setelah itu kami melaporkannya ke Ketua RT dan polisi,” katanya.
Sebelumnya, seorang balita perempuan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di salah satu kontrakan wilayah Kedaton, Pleret, Bantul pada Senin, 1 Juni 2026 malam. Saat ditemukan, balita perempuan berusia tiga tahun tersebut dalam kondisi mulut dilakban serta kedua tangan dan kaki terikat.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menyatakan, insiden itu terungkap ketika salah satu tetangga kontrakan mendengar suara tangisan anak kecil sejak waktu Magrib. Merasa curiga, saksi lalu mengajak anak pemilik kontrakan untuk memeriksa ke dalam kamar.
"Sekitar pukul 20.50 WIB, kedua saksi mencongkel jendela kamar untuk melihat kondisi di dalam. Korban ditemukan sudah lemas, mulut tertutup lakban, serta tangan dan kaki terikat lakban dan selendang," ucapnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Dari keterangan saksi, ibu korban yakni TKS (25) warga Patuk, Gunungkidul, sempat terlihat keluar rumah seorang diri pukul 17.00 WIB. Satu jam berselang, ibu korban kembali ke rumah.
"Setelah itu terdengar tangisan anak dari dalam kamar hingga malam hari. Dari dalam rumah juga tidak ada respons," ujarnya.
Selanjutnya, saksi melaporkan kejadian itu ke aparat setempat. Bertindak cepat, petugas Polsek Pleret mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....